
📷Pura Mengening/ Google Maps/ ortibali
Penulis: Orti Bali
ORTIBALI.COM – Bagi umat Hindu di Bali, salah satu solusi spiritual yang sering dicari adalah melukat di tempat suci. Pura Mengening di Desa Pakraman Saraseda, Tampaksiring, Gianyar, menjadi rekomendasi utama untuk mengatasi masalah tersebut berkat pancuran air sucinya yang khusus.
Pura ini menyimpan sepuluh klebutan atau sumber mata air suci yang dialirkan melalui pancuran-pancuran terpisah. Setiap pancuran memiliki nama dan fungsi spesifik, sehingga pengunjung bisa memilih sesuai kebutuhan spiritual mereka.
“Pura Mengening sudah ada sejak masa Kerajaan Warmadewa ketiga,” ungkap I Nyoman Weda, tokoh masyarakat Desa Pakraman Saraseda. Pura ini masih berkaitan erat dengan Pura Tirta Empul yang terkenal, terutama dalam penggunaan tirta atau air suci. Nama “Mengening” sendiri berarti air yang jernih, mencerminkan kesucian sumber mata airnya yang mengalir hingga ke sawah-sawah di bagian hilir.
Salah satu pancuran yang paling dicari adalah Pancuran Sudamala. Air dari pancuran ini diyakini mampu menghilangkan mimpi buruk dan mengatasi gangguan tidur. Selain itu, ada Tirta Sudamala yang berfungsi sebagai penglebur segala bentuk mimpi buruk sekaligus pensucian diri.
Berikut sepuluh pancuran di Pura Mengening beserta manfaatnya:
- Tirta Mengening: Membersihkan diri secara spiritual, melambangkan air danau sebagai sumber utama.
- Tirta Keris: Untuk memasupati atau mensucikan segala jenis senjata tajam.
- Tirta Gelung: Meningkatkan kewibawaan dan kharisma seseorang.
- Tirta Dedari dan Tirta Malela: Membantu menjaga keremajaan dan kesehatan kulit.
- Tirta Sudamala: Menghilangkan mimpi buruk serta mensucikan jiwa raga.
- Tirta Keben: Melancarkan usaha, terutama bagi pedagang.
- Tirta Telaga Waja: Membersihkan dasa mala atau sepuluh dosa dalam tubuh.
- Pancaka Tirta: Khusus digunakan untuk upacara Dewa Yadnya.
- Pancuran Sudamala: Secara khusus mengatasi susah tidur dan gangguan mimpi.
Proses melukat di sini terbilang sederhana. Pengunjung cukup mengenakan kamben atau pakaian adat madya, serta membawa sarana seperti canang atau pajati. Tirta di Pura Mengening sudah dianggap suci sehingga tidak perlu dipasupati lagi, asalkan diambil dengan tata cara yang benar. Pemangku pura dan warga setempat selalu siap memandu para pamedek.
Keunikan lain, pura ini tidak memungut biaya masuk. Pengunjung boleh memberikan dana punia seikhlasnya. Suasana pura yang tenang, sejuk, dan dikelilingi alam hijau menjadikannya tempat ideal untuk meditasi dan introspeksi.
Piodalan di Pura Mengening dirayakan pada hari Soma Ribek selama tujuh hari penuh, sementara upacara ngusaba digelar setahun sekali pada Purnama Kasa.
Lokasi Pura Mengening mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun umum dari kawasan Tampaksiring. Bagi wisatawan yang mencari pengalaman spiritual autentik di Bali, terutama untuk mengatasi masalah mimpi buruk dan insomnia, pura ini patut masuk daftar kunjungan.
Manfaat melukat tentu bergantung pada keyakinan masing-masing. Namun, ribuan umat yang datang setiap tahunnya membuktikan bahwa Pura Mengening tetap menjadi tempat melukat favorit di Gianyar yang penuh kedamaian dan keindahan alam.
***













