Tayang: Selasa, 14 Juli 2026 11:11 WITA
Penulis: Orti Bali

ORTIBALI.COM – Himpunan Bartender Indonesia (HBI) resmi mengukir sejarah baru dalam industri pelesiran dan hiburan tanah air. Untuk pertama kalinya, sebuah kompetisi atraksi meramu minuman beregu bertajuk Indonesia Flair Tandem 2026 sukses diselenggarakan pada Minggu, 12 Juli 2026. Ajang bergengsi yang bertempat di Golden Tulip Jineng Resort ini mempertemukan enam pasang peracik minuman terbaik yang siap menguji batas keterampilan, imajinasi, dan keselarasan gerak mereka di bawah sorotan lampu panggung.

Kompetisi ini membawa paradigma baru yang segar dan berbeda dari pakem kompetisi orisinal yang lazim ditemui. Jika panggung adu ketangkasan meramu minuman biasanya didominasi oleh performa solo, ajang ini justru mewajibkan dua orang beraksi bersama dalam satu ritme yang utuh. Setiap duo peserta memikul tanggung jawab besar untuk menyelaraskan koreografi, menangkap getaran musik, serta menjaga ketepatan presisi saat melempar botol dan alat pengocok (shaker) secara simultan.

Ujian Nyata Sinkronisasi dan Kerja Sama Tim

Ketua Harian HBI, I Gede Adijaya yang akrab disapa De Bean, menegaskan bahwa kategori beregu ini memiliki tingkat kerumitan yang jauh lebih tinggi daripada performa tunggal. Kesulitan utama terletak pada penyatuan dua isi kepala dan dua gaya gerak yang berbeda agar mampu memancarkan energi yang padu dan estetis.

“Kami sengaja merancang sebuah perhelatan yang tergolong langka di panggung dunia, sebuah ruang yang menyatukan dua talenta dalam satu napas gerakan. Tren atraksi meramu minuman saat ini sedang berkembang sangat pesat secara global, dengan berbagai turnamen yang terjadwal rutin di berbagai belahan dunia setiap bulannya,” ungkap De Bean saat memberikan penjelasan resmi di sela-sela acara.

Melihat animo yang luar biasa dari para pelaku industri, pengurus pusat organisasi telah menetapkan kompetisi Indonesia Flair Tandem 2026 ini sebagai agenda tetap yang akan diselenggarakan secara berkala setiap tahun. Langkah strategis ini diambil guna melengkapi portofolio kegiatan kompetensi kerja yang telah berjalan di bawah payung organisasi selama ini. Pada edisi perdana yang bersejarah ini, penyelenggara menyediakan total stimulus pembinaan sebesar Rp15 juta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi serta kerja keras para peserta dalam merancang konsep pertunjukan mereka.

Visi Bersama Mendorong Regenerasi Sektor Pariwisata

Pemilihan Golden Tulip Jineng Resort sebagai mitra lokasi bukan tanpa alasan yang matang. Pihak manajemen hotel dinilai memiliki keselarasan visi dengan organisasi dalam memfasilitasi ruang tumbuh bagi para pekerja kreatif di industri hospitalitas. Sinergi ini menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk merangsang para praktisi bar agar terus berani mendobrak batas kenyamanan lewat inovasi yang berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi strategis ini, kami optimistis akan lahir gelombang baru talenta muda berbakat yang memiliki kompetensi mumpuni di bidang atraksi meramu minuman,” tambah De Bean di hadapan awak media.

Senada dengan hal tersebut, Wakil II HBI, I Gede Bayu Krisnawan yang populer dengan nama Bayu Alexander, menjelaskan bahwa konsep berpasangan ini diadopsi sebagai refleksi nyata dari ekosistem kerja harian di industri bar. Di dunia profesional yang sesungguhnya, seorang peracik minuman tidak pernah berdiri sendiri. Mereka adalah bagian integral dari sebuah sistem pelayanan terpadu yang menuntut komunikasi intensif dan kerja sama tim yang solid.

Ide orisinal ini lahir dari keinginan untuk menguji sejauh mana keharmonisan kerja para praktisi saat dipindahkan dari balik meja bar menuju panggung kompetisi yang penuh tekanan. Keberhasilan menjaga kekompakan di bawah sorotan juri menjadi poin diferensiasi utama yang membuat ajang ini memiliki karakter yang kuat dan khas. Penyataan ini juga dikuatkan oleh kehadiran Wakil I HBI, Ni Komang Arlin Widiastuti atau yang akrab dipanggil Arlin, yang mendampingi jalannya pemaparan ide tersebut.

Dukungan penuh juga mengalir dari pelaku usaha akomodasi. General Manager Golden Tulip Jineng Resort Bali, A. Baramukti, menyambut gembira inisiatif segar ini. Menurutnya, konsep perlombaan beregu merupakan terobosan yang belum pernah ada dan sangat sejalan dengan program kerja hotel untuk merangkul ekosistem pariwisata yang lebih luas.

“Sinergi ini merupakan representasi dari paduan komitmen, gairah profesi, serta keterlibatan aktif berbagai elemen dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia pariwisata Indonesia,” pasar pria yang akrab disapa Bara tersebut.

Daftar Juara dan Babak Baru Kepengurusan Organisasi

Setelah melalui penilaian yang ketat dan objektif dari dewan juri, kompetisi memunculkan deretan jawara yang tampil dominan berkat teknik tinggi dan presentasi minuman yang memukau. Berikut adalah hasil lengkap perolehan juara pada ajang kali ini:

Di samping menjadi arena adu bakat, momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk mengumumkan restrukturisasi internal dan memperkenalkan wajah-wajah baru yang akan menakhodai organisasi. Langkah strategis ini menandai dimulainya babak baru perjalanan kelembagaan Himpunan Bartender Indonesia dalam merespons dinamika industri yang terus berkembang.

Untuk memastikan roda organisasi tetap berputar secara optimal, HBI meresmikan jajaran pelaksana tugas sementara yang memegang mandat kepemimpinan hingga masa transisi berakhir pada Februari 2027. Struktur kepengurusan inti tersebut menempatkan I Gede Adijaya (De Bean) sebagai Ketua, didampingi oleh Ni Komang Arlin Widiastuti (Arlin) selaku Wakil I, serta I Gede Bayu Krisnawan (Bayu Alexander) yang mengemban tugas sebagai Wakil II.

Selama periode transisi ini, jajaran pengurus berkomitmen untuk menuntaskan program kerja strategis yang sudah dirancang sembari terus memperluas wadah ekspresi bagi komunitas profesi di seluruh wilayah Indonesia. Kesuksesan penyelenggaraan Indonesia Flair Tandem 2026 menjadi modal sosial yang kuat bagi organisasi untuk melangkah lebih jauh dalam memperjuangkan standardisasi dan pengakuan terhadap profesi bartender di tingkat nasional maupun global.

***

Tanya AI