Makna Tumpek Kandang di Bali, Otonan untuk Binatang? Ini Bantenya

 Makna Tumpek Kandang di Bali, Otonan untuk Binatang? Ini Bantenya

Tumpek Uye/ Foto oleh forum studi majapahit

 

ORTIBALI.COM – Berikut adalah penjelasan tetang Tumpek Kandang. Rainan yang juga dikenal dengan Tumpek Uye adalah rainan yang datang setiap 6 bulan sekali atau 210 hari berdasarkan perhitungan kalender Bali.

Tumpek Uye datang berdasarkan pertemuan antara Saniscara Kliwon Wuku Uye. Tumpek Uye juga dikenal dengan sebutan Tumpek Wewalungan.

Dalam Lontar Sundarigama disebutkan tentang Tumpek Uye sebagai berikut ini:

Uye, Saniscara Kliwon, Tumpek Kandang, pakerti ring sarwa sato, patik wenang paru hana upadanania, yan ia sapi, kebo, asti, saluwir nia sato raja.

Saat Saniscara Uye disebut dengan Tumpek Kandang. Mengupacarai seluruh binatang seperti ternak dan binatang lainnya.

Masih dalam lontar yang sama disebutkan:

Kalingania iking widhana ring manusa, amarid saking Sang Hyang Rare Angon, wenang ayabin, pituhun ya ring manusa, sinukmaning sato, paksi, mina, ring raganta wawalungan, Sang Hyang Rare Angon, sariranira utama.

Upacara dan bantennya sama seperti mengupacarai manusia sebab binatang dijiwai oleh Sang Hyang Rare Angon.

Manusia merupakan makhluk utama daripada binatang seperti burung, ikan dan lainnya.

Demikian pula Sang Hyang Rare Angon yang menjadikan sarwa binatang sebagai badan utamaNya.

Sedangkan untuk banten untuk melaksakan Tumpek Kandang juga disebutkan dalam Lontar Sundarigama sebagai berikut:

Widi-widanania, suci, daksina, peras, penek ajuman sodaan putih kuning, canang lenga-wangi burat wangi, penyeneng pasucian, astewakne ring sanggar, pengarcane ring sang Hyang Rare Angon.

Kunang ring sarwa pasu, patik wenang ane pengacinia, yan sopi kebo, widi-widanania, tumpeng sesayut abesik, penyeneng, reresik, jarimpen canang raka, yan bawi lua, tipat belekok, yan sarwa paksi, sato, itik, angsa, puter, titiran, saluwiring tipat sida purna, tipat bagia, tipat pandawe, dulurane penyeneng tatenus.

Terjemahannya sebagai berikut:

Banten untuk ternak jantan yaitu tumpeng, sesayut 1, panyeneng, reresik, jerimpen, canang raka, sedangkan banten untuk ternak betina sama seperti ternak jantan hanya ditambah ketipat belekok blayag, pesor dan untuk bangsa burung atau unggas yaitu ketupat kedis, ketupat sidha purna, bagia, penyeneng, tetebus kembang payas.

Lain sisi, Tumpek Uye juga sebagai bentuk syukur manusia terhadap Isa Bhatara Siwa Pasupati atas anugerah yang diberikan dalam wujud hewan.

Tumpek Uye sekaligus bentuk dari pelestarian fauna yang ada di bumi. Kemudian dalam Buku Acara Agama Hindu, karya Putu Sanjaya, halaman 74 disebutkan bahwa Tumpek Uye juga ditujukan pada binatang peliharaan serta pemujaan ditujukan kepada Sang Hyang Rudra. ***

ikuti kami di Google News