Tayang: Minggu, 21 Desember 2025 12:41 WITA
Penulis: Orti Bali

ORTIBALI.COM – Di pesisir utara Bali, tepatnya di Desa Adat Bangkah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, berdiri sebuah tempat suci yang menyimpan magnet spiritual kuat. Berdampingan dengan Pura Ponjok Batu yang ikonik, terdapat Pura Segara Taman Beji Ponjok Batu, sebuah situs pemujaan yang tidak hanya menawarkan ketenangan visual, tetapi juga deretan kisah mistis yang melegenda di kalangan masyarakat setempat.

Bagi umat Hindu di Bali, pura ini dikenal memiliki fungsi multiguna. Mulai dari tempat memohon tirta (air suci) untuk keperluan upacara, lokasi tempat melukat di Bali, hingga sarana memohon kesembuhan atau nunas tamba.

Penjaga Gaib dan Fenomena Spiritual yang Menggetarkan

Memasuki area pura, pengunjung akan disambut oleh sebuah pelinggih batu kecil yang unik. Pelinggih ini dipercaya sebagai “satpam niskala” atau penjaga alam gaib yang bertugas menetralisir energi negatif dari setiap pemedek (pengunjung) yang datang.

Namun, daya tarik utama yang kerap memancing rasa penasaran adalah keberadaan batu karang besar di tengah laut dengan miniatur jukung (perahu) yang bertengger di puncaknya. Jukung ini ditambahkan saat pemugaran besar pada tahun 1993-1994. Meski sejarah pastinya masih diselimuti misteri, warga lokal meyakini jukung tersebut berkaitan erat dengan perjalanan spiritual tokoh suci dari Jawa yang kapalnya karam di lokasi ini dalam perjalanan menuju Lombok.

Jero Mangku Nyoman Parsa, selaku pangempon pura, menuturkan bahwa pengalaman spiritual di tempat ini sering kali di luar nalar.

“Banyak kejadian aneh. Ada pemedek yang tiba-tiba jatuh atau merasa kepanasan setelah dipercikkan tirta, padahal airnya dingin. Ada pula yang melihat penampakan sosok wanita cantik, ular besar, hingga kepiting raksasa,” ungkap Jero Mangku Parsa.

Panca Tirta: Ritual Penyucian Diri di Pesisir Tejakula

Bagi mereka yang datang dengan niat penyucian diri atau melukat, Pura Segara Taman Beji menyediakan lima sumber mata air sakral yang dikenal dengan sebutan Panca Tirta. Uniknya, kelima mata air ini dipercaya secara metafisika berasal dari sumber-sumber suci utama, yakni:

  1. Sudamala

  2. Ulun Danu Batur

  3. Gunung Agung

  4. Gunung Rinjani

  5. Air Laut

Prosesi persembahyangan biasanya dimulai dari pelinggih Ulam Agung—patung ikan raksasa simbol penguasa laut Ida Bhatara Baruna—kemudian berlanjut ke pelinggih batu penjaga, hingga menuju pusat pemujaan di pelinggih Ratu Ayu dan payogan Bhatara Istri.

Jukung Misterius dan Jejak Siwa

Misteri jukung di atas karang semakin dipertebal dengan kesaksian pribadi Jero Mangku Parsa. Dalam pengalaman spiritualnya, ia mengaku pernah bermimpi melihat jukung tersebut bergerak layaknya perahu nyata, dikemudikan oleh sosok Siwa yang membawa senjata Trisula.

Keajaiban-keajaiban kecil juga sering terjadi pada malam suci seperti Siwalatri, di mana suasana magis pura seolah “memanggil” mereka yang memiliki ikatan spiritual kuat untuk datang bersimpuh.

Hingga saat ini, Pura Segara Taman Beji Ponjok Batu tetap menjadi permata spiritual di Buleleng. Perpaduan antara deburan ombak laut utara, arsitektur karang yang eksotis, dan tebalnya nuansa mistis menjadikan tempat ini lebih dari sekadar destinasi wisata religi, melainkan ruang untuk menyelami sisi lain dari tradisi Hindu Bali yang begitu dalam.

***

Cek Usiamu Dulu Ya...

Anda harus sudah cukup umur untuk mengakses situs ini.

PERINGATAN: Situs web ini berisi konten yang dibatasi berdasarkan usia.

💬 Tanya AI