Tayang: Senin, 9 Februari 2026 14:38 WITA
Penulis: Orti Bali

ORTIBALI.COM –  Di balik kabut tipis Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, berdiri tegak sebuah situs suci yang menjadi saksi bisu pasang surut kekuasaan di tanah Bali. Pura Pucak Mangu, salah satu pura kuno yang sarat akan peninggalan purbakala, menyimpan fragmen sejarah tentang kekalahan, pencarian jati diri, hingga kejayaan Kerajaan Mengwi.

Keberadaan deretan lingga kuno di kawasan pura ini menjadi bukti otentik bahwa Pura Pucak Mangu telah menjadi pusat spiritual jauh sebelum peradaban modern menyentuhnya. Namun, bagi masyarakat setempat, nilai pura ini lebih dari sekadar tumpukan batu purba; ia adalah tempat di mana takdir seorang raja ditempa.

Titik Balik I Gusti Agung Putu

Sejarah mencatat bahwa Pura Pucak Mangu memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan I Gusti Agung Putu, sang pendiri Kerajaan Mengwi. Jero Mangku Gede, Pemangku Pura Pucak Mangu, menuturkan bahwa tempat ini adalah pelarian sekaligus titik bangkit bagi sang tokoh besar tersebut.

Dahulu, I Gusti Agung Putu sempat mengalami kekalahan pahit dalam perang tanding melawan penguasa Puri Kakeran, I Gusti Ngurah Batu Tumpeng. Kekalahan itu membawanya pada nasib sebagai tawanan yang diserahkan kepada I Gusti Ngurah Tabanan.

“Di sini beliau menggelar tapa brata yoga semadi, berusaha menemukan jati dirinya agar bisa bangkit kembali, hingga akhirnya mampu mendirikan Kerajaan Mengwi,” ujar Jero Mangku Gede.

Dari Desa Marga Menuju Puncak Mangu

Perjalanan spiritual ini dimulai saat I Gusti Agung Putu dibawa ke Desa Marga oleh seorang patih setia bernama I Gusti Babalang. Di bawah restu I Gusti Ngurah Tabanan, semangat untuk memulihkan kehormatan mulai berkobar di Desa Marga.

Namun, alih-alih langsung menghimpun pasukan, I Gusti Agung Putu memilih jalur tapa brata. Ia mendaki Gunung Mangu dan melakukan meditasi mendalam di puncaknya. Di sunyinya gunung inilah, ia mencari kekuatan batin dan petunjuk niskala.

Kemenangan dan Berdirinya Kerajaan Mengwi

Hasil dari laku spiritual tersebut membuahkan hasil. Dengan keyakinan baru yang diperoleh dari hasil tapanya di Pura Pucak Mangu, I Gusti Agung Putu kembali menantang I Gusti Ngurah Batu Tumpeng dalam sebuah duel yang menentukan.

Kali ini, sejarah berpihak padanya. Kemenangan tersebut menjadi batu pijakan pertama bagi penguasaan wilayah Mengwi secara utuh. Tak lama setelah kemenangan itu, Kerajaan Mengwi pun resmi berdiri dan tumbuh menjadi salah satu kekuatan besar di Bali pada masanya.

Hingga saat ini, Pura Pucak Mangu tetap berdiri tegak di Desa Pelaga, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai pengingat bahwa kemenangan besar seringkali dimulai dari keheningan doa dan keteguhan hati di puncak gunung.

*** *

Cek Usiamu Dulu Ya...

Anda harus sudah cukup umur untuk mengakses situs ini.

PERINGATAN: Situs web ini berisi konten yang dibatasi berdasarkan usia.

💬 Tanya AI