Tayang: Sabtu, 23 Agustus 2025 09:11 WITA
Penulis: Putu Wisnu | Editor: Febrianti Saraswati

ORTIBALI.COM –  Di ujung selatan Pulau Bali, tersembunyi sebuah tempat suci yang menjadi magnet bagi umat Hindu: Pura Karang Boma. Terletak di Desa Adat Peminge, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, pura ini dikenal sebagai tempat nunas taksu, sebuah ritual untuk memperoleh kekuatan spiritual. Namun, di kalangan masyarakat lokal, khususnya para nelayan Sawangan, pura ini lebih akrab disebut Pura Barong-barongan. Nama ini begitu populer, bahkan mengalahkan nama resminya, berkat cerita unik yang melekat pada tempat ini.

Asal Nama Barong-barongan

Mengapa dinamakan Barong-barongan? Kisahnya berawal dari para nelayan yang melintas di perairan depan pura. Konon, mereka sering kehilangan arah di lautan. Dalam keputusasaan, mereka berdoa dari atas perahu. Tak lama, bukit tempat Pura Karang Boma berdiri tampak seperti sosok barong yang sedang menari, menjadi penunjuk jalan. Cerita ini mengakar kuat di masyarakat, menjadikan nama Barong-barongan begitu lekat di hati para nelayan.

Pusat Sakralisasi Barong

Pura Karang Boma bukan sekadar tempat ibadah biasa. Pura ini menjadi pusat pesucian dan masolah (menari) bagi pelawatan barong dari berbagai wilayah di Denpasar dan Badung. Setiap perayaan Tumpek Landep, tujuh pelawatan barong dari Banjar Lantang Bejuh, Sesetan, Desa Sidakarya, Pedungan, Bualu, Pagan, Kelandis, Suci, dan Sawangan datang untuk nunas pasupati, sebuah ritual penyucian untuk menghidupkan kekuatan spiritual barong. Kayu untuk membuat barong ini diambil dari pohon Taru Ben Taro yang tumbuh di bawah tebing pura, di dekat kolam alami yang juga digunakan untuk masuci atau memperbaiki pelawatan barong.

Sejarah dan Makna Spiritual

Sejarah Pura Karang Boma terhubung dengan kisah spiritual yang kaya. Menurut cerita lisan masyarakat setempat, daerah ini dulunya bernama Kedok Lang Dukuh. Di tempat ini, Ida Ratu Manik Maketel dari Dalem Ped Nusa Penida beryoga di bawah pohon Taru Mas, yang kini berada di bawah tebing pura. Kemudian, Ida Ratu Ayu Manik Mataum dari Pasar Agung, Besakih, bergabung, dan keduanya membangun parahyangan sebagai tempat suci.

Kisah berlanjut dengan kedatangan Danghyang Nirartha, seorang mahakawi suci. Dalam perjalanannya dari Tanjung Benoa dan Geger, ia melihat batu bersinar menyerupai api, yang dinamakan Karang Geni. Nama ini kemudian berubah menjadi Karang Boma, merujuk pada kekuatan spiritual Boma. Di tempat ini, Danghyang Nirartha beryoga dan memperoleh anugerah pasupati dari Batara Siwa, yang diteruskan kepada Ida Ratu Manik Maketel dan Ida Ratu Ayu Manik Mataum. Dari sinilah Pura Karang Boma didirikan sebagai parahyangan yang sarat makna.

Struktur dan Keunikan Pura

Struktur Pura Karang Boma sangat khas, mencerminkan kontur alam tempatnya berdiri. Berbeda dengan pura pada umumnya, utama mandala (area paling suci) terletak di posisi terendah, diikuti jaba tengah di tengah, dan jaba sisi di posisi tertinggi, mengikuti bentuk tebing curam. Di utama mandala, terdapat tujuh pelinggih, termasuk gedong pajenengan Ida Ratu Manik Mataum sebagai stana Hyang Pasupati, gedong saka anda untuk Ida Ratu Ayu Manik Maketel, serta pelinggih lainnya seperti gedong pengasti Taman Sari dan meru tumpang satu untuk Sedahan Lamak.

Keunikan lain adalah pujawali di pura ini tidak diikuti nyejer. Upacara pujawali berlangsung sehari penuh, dari pukul 13.00 hingga 03.00 dini hari, setelah itu Ida Batara langsung masineb, kecuali jika ada karya khusus. Tradisi ini menambah kekhasan Pura Karang Boma sebagai tempat suci yang penuh makna.

Warisan Budaya dan Spiritual

Pura Karang Boma bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol warisan budaya dan spiritual Bali. Dengan cerita nelayan, ritual nunas taksu, dan sejarah yang melibatkan tokoh suci seperti Danghyang Nirartha, pura ini menjadi destinasi penting bagi umat Hindu yang mencari kedekatan dengan kekuatan spiritual. Keberadaannya di tebing curam dengan kolam alami dan pohon Taru Ben Taro menambah daya tarik, menjadikannya salah satu permata spiritual di Bali Selatan.

***

Cek Usiamu Dulu Ya...

Anda harus sudah cukup umur untuk mengakses situs ini.

PERINGATAN: Situs web ini berisi konten yang dibatasi berdasarkan usia.

💬 Tanya AI