📷pixabay/ monicore
Penulis: Orti Bali
ORTIBALI.COM – Dalam hiruk-pukuk modernitas medis, masyarakat Bali sebenarnya memiliki khazanah literatur kesehatan yang telah bertahan melintasi zaman. Salah satu rujukan paling vital bagi kesehatan anak adalah Usada Rare, sebuah naskah lontar kuno yang membedah secara mendalam berbagai penyakit pada bayi (rare) beserta tata cara pengobatannya secara tradisional dan spiritual.
Gede Sutana, seorang penekun Usada Bali, menjelaskan bahwa kearifan lokal ini bukan sekadar warisan, melainkan teknik pengobatan yang sangat aplikatif. Berbagai gangguan kesehatan yang lazim dialami anak-anak, mulai dari gangguan pernapasan, pencernaan, hingga masalah tidur, telah dipetakan secara detail dengan sarana obat herbal alami.
Racikan Herbal untuk Batuk dan Napas
Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah batuk. Dalam pakem Usada Rare, penanganan batuk tidak dilakukan dengan sirup kimia, melainkan melalui ramuan yang melibatkan kencur, temu tis, kemiri, serta “hati” bawang merah (bagian terdalam).
“Sarana tersebut dikunyah hingga halus, kemudian disemburkan pada bagian dada sang anak. Teknik ini diyakini mampu mempercepat proses penyembuhan,” ungkap Sutana.
Tak hanya satu resep, naskah ini juga menawarkan variasi lain untuk batuk biasa dengan menggunakan daun Tulasi, rumput lepas, temulawak, dan ketumbar. Bagi penderita batuk gatal, naskah menyebutkan:
“Ta rare watuk giningan. Sa rwaning blimbing wesi, trikatuka, sembar tangkah nya.” Artinya, obat untuk batuk gatal menggunakan daun belimbing besi dan trikatuka (racikan bawang merah, bawang putih, dan jangu) yang diaplikasikan dengan cara disembur ke dada. Sementara untuk batuk kering, ramuannya menggunakan campuran rumput sembarang, temulawak, adas, putih telur segar, dan sedikit minyak kelapa murni untuk diminum.
Penanganan Pencernaan dan Gangguan Fisik
Masalah pencernaan seperti diare dan perut kembung juga mendapat perhatian khusus. Untuk bayi yang mengalami diare, naskah menyarankan penggunaan buah delima putih dan beras merah yang dibalurkan (diruap) pada perut. Jika disertai panas tubuh, daun bawang merah dan minyak adas dapat diusapkan pada dada.
“Untuk perut kembung, sarana yang digunakan adalah rumput dan garam hitam. Ada juga teknik lain menggunakan bambu muda, pucuk daun jarak, dan sedikit arak yang diulek, lalu dibalurkan ke perut bersama daun kayu manis atau katuk,” tambah Sutana.
Kearifan Usada Rare juga menyentuh masalah kencing tersumbat. Solusinya unik: daun ketimun gantung dan buah jambe muda dibungkus daun kelapa (seperti pepes), dibakar, diperas, lalu airnya dicampur minyak kelapa asli untuk diminum. Sedangkan untuk kondisi badan kaku, kombinasi minyak bawang merah, kencur, air cuka, dan minyak kelapa menjadi ramuan luar yang ampuh.
Dimensi Niskala dan Perlindungan Spiritual
Uniknya, pengobatan tradisional Bali tidak hanya menyasar aspek fisik (skala), tetapi juga aspek metafisika (niskala). Lontar Usada Rare memberikan panduan untuk melindungi bayi dari energi negatif atau gangguan desti.
Salah satu sarananya adalah Masui. Bahan ini dirajah, dikunyah, lalu disemburkan pada ubun-ubun bayi dengan iringan mantram:
“Ong idep aku Sanghyang Guru Reka, ang Hyang Dasa Bayu Premana, anguripaken bayu kasasar, bayu karogan, bayu kadesti. Teka urip, Ang Ung Mang, waras, teka waras, teka waras, teka waras.”
Sebagai perlindungan tambahan, sering digunakan simbol seperti perak kecil yang diikat benang tridatu (merah, putih, hitam) serta uang kepeng (satak selawe). Untuk pencegahan penyakit secara umum, tujuh lembar daun beringin dan tujuh butir ketumbar digunakan sambil merapalkan mantram: “Ong Brahma ngelaranin, teka waras.”
Mengatasi Gangguan “Desti” dan Penyakit Menahun
Jika seorang bayi sering mengigau atau berteriak ketakutan saat malam hari—yang dalam kepercayaan lokal sering dikaitkan dengan gangguan makhluk halus—Usada Rare menyarankan penyajian banten berupa tumpeng merah dan ayam panggang sebagai sarana penetralisir.
Adapun untuk penyakit yang sudah lama diderita, naskah ini merujuk pada penggunaan sarana tembaga dan daun lontar yang berisi rerajahan khusus. “Rerajahan ini disimpan pada ikat pinggang yang selalu dikenakan oleh anak tersebut,” tutup Sutana.
Melalui naskah Usada Rare, kita melihat bahwa pengobatan tradisional Bali adalah sebuah sistem kesehatan yang holistik, memadukan kekayaan botani hutan tropis dengan kekuatan spiritual yang mendalam, menciptakan harmoni kesehatan bagi generasi masa depan.
***











