Tayang: Kamis, 23 Oktober 2025 16:20 WITA
Penulis: Orti Bali

ORTIBALI.COM – Jika kalian ingin tirta yatra, Karangasem menjadi wilayah yang paling banyak dijadikan pilihan. Wilayah dengan julukan Gumi Lahar ini memiliki sejumlah pura terkenal bahkan menjadi pusat dari banyak pura di Bali. Mulai dari Pura Besakih hingga Pura Lempuyang, banyak menjadi tujuan untuk melangsungkan persembahyangan atau tirta yatra.

Di puncak Bukit Gumang, Karangasem, Bali, berdiri megah Pura Bukit Gumang, sebuah tempat suci yang memadukan harmoni spiritual dan keindahan alam. Terletak di ketinggian 279 meter di atas permukaan laut, pura ini menawarkan panorama pegunungan yang memukau, udara sejuk, dan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Dikelilingi pepohonan hijau dan semak belukar khas bukit tandus, pura ini menjadi destinasi yang memikat hati, baik bagi umat Hindu yang beribadah maupun wisatawan yang mencari kedamaian.

Pesona Alam dan Spiritualitas yang Menyatu

Pura Bukit Gumang, yang juga dikenal sebagai Pura Bukit Batu Kursi, terletak di Desa Pekraman Bugbug, Karangasem. Untuk mencapai tempat suci ini, pengunjung harus mendaki jalan setapak berbatu dan menaiki anak tangga melintasi tiga punggungan bukit dari kawasan Sanghyang Ambu. Perjalanan ini bukan sekadar tantangan fisik, tetapi juga pengalaman yang memperkaya jiwa. Di sepanjang jalur, kawanan monyet liar—dikenal sebagai Bojog Gumang—menyambut pengunjung dengan tingkah laku mereka yang khas, menambah nuansa alami pada perjalanan menuju pura.

Keunikan pura ini tak hanya terletak pada lokasinya yang strategis di dataran tinggi, tetapi juga pada nilai spiritualnya. Pura Bukit Gumang diempon oleh lima desa pekraman—Bugbug, Bebandem, Datah, Jasri, dan Ngis—yang secara turun-temurun menjaga kelestarian tradisi dan upacara di tempat suci ini. Bangunan-bangunan suci seperti Pelinggih Gaduh Maprucut, stana Betara Gede Gumang, dan Pelinggih Sanggar Agung, stana Hyang Widhi dalam manifestasi Sanghyang Manik Anrawang, menjadi saksi bisu keagungan tradisi Hindu Bali.

Upacara Piodalan: Puncak Kemeriahan Spiritual

Setiap tahun, Pura Bukit Gumang menjadi pusat perhatian saat piodalan digelar pada Purnama Kapat. Upacara ini terbagi menjadi dua jenis: Piodalan Alit, yang diadakan setiap tahun ganjil oleh penyungsung dari Desa Bugbug, dan Piodalan Ageng, yang dirayakan setiap tahun genap dengan melibatkan lima desa pekraman.

Piodalan Ageng dimeriahkan dengan ritual Mabiyasa, di mana jempana dari masing-masing desa diarak dan diadu sebagai simbol permohonan kesuburan dan kemakmuran. Puncaknya adalah penyatuan jempana Bhatara Ukir Gumang dengan jempana Ida Betara Gede Manik Sakti dari Pura Puseh Desa Bebandem, sebuah momen yang sarat makna spiritual.

Pada hari-hari piodalan, pura ini dipadati pemedek yang datang untuk bersembahyang. Namun, di hari biasa, Pura Bukit Gumang tetap ramai dikunjungi mereka yang melakukan tirthayatra atau persembahyangan khusus. Pengunjung disarankan membawa gagapan untuk monyet-monyet yang berkeliaran, karena mereka kerap mencuri perhatian—dan kadang banten—jika tidak diawasi.

Daya Tarik Wisata yang Tak Lekang Waktu

Selain nilai spiritualnya, Pura Bukit Gumang menawarkan pesona alam yang tak kalah menarik. Pemandangan hijau yang luas, udara segar, dan panorama pegunungan Karangasem menjadikan tempat ini ideal bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Bali tanpa keramaian. Lokasinya yang sedikit terpencil justru menjadi daya tarik, memberikan pengalaman wisata yang autentik dan jauh dari hiruk-pikuk destinasi populer.

Bagi pecinta fotografi, bukit ini menyuguhkan latar yang sempurna untuk menangkap keindahan alam dan arsitektur pura yang khas. Sementara itu, keberadaan monyet liar menambah kesan petualangan, meski pengunjung perlu waspada agar banten atau barang bawaan tidak diambil oleh kawanan Bojog Gumang.

Menjaga Harmoni Tradisi dan Alam

Pura Bukit Gumang bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. Keberadaannya mengingatkan kita akan pentingnya menjaga warisan budaya dan lingkungan. Bagi masyarakat Bali, pura ini adalah pusat spiritual yang menghubungkan mereka dengan leluhur dan alam semesta. Bagi wisatawan, tempat ini adalah oase yang menawarkan ketenangan dan keindahan yang sulit dilupakan.

Jika Anda berencana mengunjungi Karangasem, jangan lewatkan Pura Bukit Gumang. Datanglah dengan hati terbuka, nikmati perjalanan menuju puncak bukit, dan rasakan kedamaian yang hanya bisa ditemukan di tempat suci ini. Pastikan untuk menghormati tradisi setempat, menjaga kebersihan, dan bersiap bertemu dengan monyet-monyet yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pesona Bukit Gumang.

***

Cek Usiamu Dulu Ya...

Anda harus sudah cukup umur untuk mengakses situs ini.

PERINGATAN: Situs web ini berisi konten yang dibatasi berdasarkan usia.

đź’¬ Tanya AI