Tayang: Rabu, 3 September 2025 07:40 WITA
Penulis: Putu Linggih | Editor: Bram Subali

ORTIBALI.COM – Pulau Bali, yang sering disebut sebagai Pulau Dewata, tak pernah kehilangan pesonanya sebagai destinasi wisata dunia. Terletak di koordinat 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur, pulau ini menawarkan iklim tropis yang hangat, panorama alam yang memukau, dan keramahan masyarakatnya yang kental dengan tradisi.

Budaya Bali yang kaya terus dijaga, terutama melalui upacara adat dan keagamaan di pura-pura suci. Pura-pura ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol keseimbangan spiritual dan pelindung pulau dari berbagai gangguan, baik yang kasat mata (sekala) maupun tak kasat mata (niskala).

Berikut adalah tujuh pura penting di Bali yang dikenal sebagai penyengker (tembok) pulau, masing-masing menyimpan sejarah dan keunikan yang memperkaya pengalaman wisata spiritual Anda.

1. Pura Tanah Lot: Ikon Sunset Bali

Terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Pura Tanah Lot adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Pura ini berdiri di atas batu karang di tepi laut, menawarkan pemandangan matahari terbenam yang memukau. Sejarah pura ini terkait dengan perjalanan Danghyang Nirartha, seorang pendeta suci dari Jawa yang singgah di lokasi ini pada abad ke-16. Masyarakat setempat kemudian membangun pura ini sebagai tempat memuja Tuhan Yang Maha Esa untuk memohon kesejahteraan dan keselamatan. Sebagai bagian dari pura Dang Kahyangan, Pura Tanah Lot menjadi simbol pemujaan dewa penjaga laut, menjadikannya salah satu destinasi wisata spiritual terpopuler di Bali.

2. Pura Rambut Siwi: Keindahan di Pesisir Jembrana

Di Desa Yeh Embang, Jembrana, Pura Rambut Siwi menawarkan pesona laut yang tenang dan sejarah yang kaya. Menurut lontar Dwijendra Tatwa, pura ini dikunjungi oleh Danghyang Nirartha pada tahun 1489 Masehi. Saat tiba, beliau diminta sembahyang oleh penjaga pura untuk menghindari ancaman harimau. Pura ini kini menjadi tempat suci untuk memohon perlindungan dan kedamaian, dengan panorama laut yang menambah daya tariknya bagi wisatawan yang mencari ketenangan.

3. Pura Pulaki: Tebing Batu dan Laut yang Menawan

Berlokasi di atas tebing berbatu di Buleleng, Pura Pulaki menghadap langsung ke laut dengan latar belakang bukit terjal. Pura ini mulai dibuka untuk umum pada tahun 1920 dan mengalami pemugaran besar-besaran setelah tahun 1950. Keindahan alamnya yang dramatis, terutama saat musim hujan ketika bukit tampak hijau, menjadikan pura ini destinasi yang menarik untuk wisatawan yang ingin menikmati kombinasi spiritualitas dan keindahan alam.

4. Pura di Pulau Menjangan: Permata Taman Nasional Bali Barat

Pulau Menjangan, bagian dari Taman Nasional Bali Barat, menyimpan dua pura indah: Pura Segara dan Pura Kelenting Sari. Terletak sekitar 500 meter dari spot penyelaman populer, kedua pura ini dapat diakses melalui jalan setapak. Keunikan pura ini terletak pada posisinya yang menghadap laut, seolah menjaga keseimbangan alam di sekitar pulau. Pulau Menjangan sendiri terkenal sebagai surga penyelam, menjadikan kunjungan ke pura ini pengalaman yang memadukan petualangan dan spiritualitas.

5. Pura Silayukti: Jejak Sejarah di Padangbai

Di bukit timur Desa Padangbai, Pura Silayukti berdiri menghadap lautan. Pura ini dihormati sebagai tempat suci Mpu Kuturan, tokoh abad ke-11 yang berjasa dalam menata kehidupan sosial dan religius masyarakat Bali. Bangunannya sederhana, dengan arca-arca di dalam tebing karang yang menyerupai goa dangkal, namun menyimpan nilai sejarah yang mendalam. Pura ini cocok untuk wisatawan yang ingin menyelami sejarah Bali sambil menikmati pemandangan laut.

6. Pura Luhur Uluwatu: Keagungan di Ujung Selatan

Pura Luhur Uluwatu, yang terletak di ujung selatan Bali, menjulang di atas tebing setinggi 50-100 meter dengan pemandangan Samudra Hindia yang luas. Nama “Uluwatu” berasal dari kata “ulu” (kepala) dan “watu” (batu), menggambarkan lokasinya yang unik di atas tebing batu. Pura ini adalah tempat suci untuk memuja dewa laut dan terkenal sebagai lokasi menikmati sunset serta pertunjukan tari Kecak yang memukau.

7. Pura Goa Lawah: Misteri Kelelawar dan Naga Basuki

Terletak di Klungkung, Pura Goa Lawah dikenal karena goa yang dipenuhi kelelawar dan nilai spiritualnya sebagai tempat memuja Dewa Laut. Menurut lontar Prekempa Gunung Agung, pura ini melambangkan kepala Naga Basuki, penjelmaan Dewa Wisnu, yang menjaga keseimbangan alam. Konon, goa ini pernah terhubung dengan Pura Goa Raja di kompleks Pura Besakih hingga tertutup akibat gempa pada 1917. Keunikan pura ini menarik wisatawan yang ingin merasakan aura mistis dan keindahan alam Bali.

Menjelajahi Pura Bali: Pengalaman Spiritual yang Tak Terlupakan

Mengunjungi ketujuh pura ini bukan hanya tentang wisata, tetapi juga tentang memahami jiwa Bali yang kaya akan tradisi dan spiritualitas. Setiap pura menawarkan cerita, sejarah, dan pemandangan yang berbeda, menciptakan pengalaman yang mendalam bagi wisatawan. Dari sunset di Tanah Lot hingga misteri goa di Pura Goa Lawah, Bali terus memikat hati dengan keindahan alam dan warisan budayanya.

Jika Anda merencanakan perjalanan ke Bali, pastikan untuk menyertakan pura-pura ini dalam daftar kunjungan Anda. Nikmati keindahan, pelajari sejarahnya, dan rasakan kedamaian yang hanya bisa ditemukan di Pulau Seribu Pura.

***

Tanya AI