Tayang: Jumat, 21 November 2025 11:47 WITA
Penulis: Orti Bali

ORTIBALI.COM – Pemaridan Guru adalah salah satu hari suci penting dalam rangkaian Hari Raya Galungan yang jatuh pada Saniscara Pon wuku Dungulan (Sabtu Pon Dungulan), yaitu tiga hari setelah Hari Raya Galungan (Galungan jatuh pada Buda Kliwon Dungulan).

Arti Pemaridan Guru

  • Secara bahasa: “Pemaridan” berasal dari kata “marid” atau “ngelungsur” yang artinya meminta, mohon anugerah, atau menyampaikan rasa terima kasih. “Guru” di sini merujuk kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Bhatara Guru (Sang Pemberi Ilmu, Pengasuh, dan Pendidik alam semesta).

Jadi Pemaridan Guru bermakna memohon dan menghaturkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa (Bhatara Guru) atas anugerah-Nya, terutama karena berkat beliau umat bisa merayakan Galungan dengan selamat, sejahtera, dan penuh suka cita.

Filosofi dan Tujuan

Pada hari ini umat Hindu Bali meyakini bahwa para dewa dan leluhur yang “turun” (melindungi umat) sejak Penampahan Galungan kembali naik ke kahyangan. Sebelum kembali, umat memohon:

  • Waranugraha (anugerah keselamatan, kesehatan, panjang umur, dan kesejahteraan)
  • Ampuran (pengampunan atas segala kesalahan)
  • Supaya diberi kekuatan untuk terus menegakkan dharma dalam kehidupan sehari-hari

Tempat Persembahyangan

Persembahyangan dilakukan di:

  • Sanggah/merajan rumah (khususnya sanggah gede atau pamerajan)
  • Pura kawitan, padharman, dadia, paibon, pura ibu, dll.
  • Intinya di tempat pemujaan keluarga atau leluhur yang menjadi stana Bhatara Guru.

Jenis Banten/Upakara yang Umum Dipersembahkan

Berdasarkan lontar Sundarigama dan tradisi yang berlaku:

  1. Banten Banjotan Ketupat kelanan + dampulan + canang sari + aneka bunga harum.
  2. Canang Raka (dengan alas ceper/tamas kecil) Berisi: tebu, pisang mas, kekiping, geti-geti, tubungan, jeruk, tape, porosan, bunga, canang genten/kojong, di atasnya sampian uras.
  3. Gebogan (yang lebih besar) Tumpeng buah-buahan dan jajan yang disusun rapi di atas dulang, di atasnya sampian gebogan + sampian kepetan besar.
  4. Wangi-wangi, daksina, dll.
  5. Tirta Gocara dan tirta pabersihan sebagai air suci pelengkap.

Bunga-bunga harum sangat ditekankan agar “wangi” persembahan menyegarkan pikiran dan menyenangkan Bhatara Guru.

Posisi dalam Rangkaian Galungan–Kuningan

Galungan → Umanis Galungan → Pemaridan Guru (Sabtu Pon) → Ulihan → Pemacekan Agung → … → Kuningan.

Pemaridan Guru menjadi semacam “hari pamit” dan “ucapan terima kasih agung” kepada Tuhan dan para dewa sebelum mereka kembali ke surga, sekaligus memohon anugerah berkelanjutan sampai Galungan berikutnya (210 hari lagi).

Jadi inti Pemaridan Guru adalah rasa syukur yang mendalam dan permohonan anugerah panjang umur serta keselamatan dari Ida Sang Hyang Widhi dalam wujud Bhatara Guru.

***

Tanya AI