Tayang: Sabtu, 23 Agustus 2025 04:49 WITA
Penulis: Orti Bali | Editor: Febrianti Saraswati

ORTIBALI.COM –  Tradisi pengobatan herbal yang dikenal sebagai usada Bali, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat setempat selama berabad-abad. Salah satu warisan berharga dari nenek moyang Bali adalah kitab lontar Rukmini Tatwa, sebuah naskah kuno yang berisi pengetahuan tentang ramuan tradisional untuk menjaga kesehatan, kecantikan, dan keharmonisan hubungan suami-istri. Ditulis pada lembaran daun tal sebanyak 24 atau 25 halaman, lontar ini mengungkap berbagai resep jamu dan petunjuk untuk merawat tubuh serta mempererat ikatan cinta dalam rumah tangga.

Pengetahuan Kuno untuk Kesehatan dan Kecantikan

Lontar Rukmini Tatwa berisi wejangan dari Dewi Saci kepada Dewi Rukmini, yang berfokus pada pengobatan tradisional untuk berbagai kebutuhan. Apa saja yang dibahas dalam naskah ini? Kitab ini mencakup resep jamu untuk meningkatkan gairah cinta, merawat organ kewanitaan, mengatasi masalah keputihan, hingga membantu pasangan yang sulit mendapatkan keturunan. Selain itu, terdapat pula ramuan untuk kecantikan wajah, seperti bedak tradisional (pupur) dan masker herbal, serta pengobatan untuk vitalitas pria, seperti ramuan “panglanang” untuk meningkatkan kejantanan.

Contohnya, salah satu resep untuk merawat organ kewanitaan menggunakan bahan-bahan alami seperti air jeruk linglang, manjakani, jinten, merica, bawang putih, dan nyuh mebakar. Bahan-bahan ini diolah menjadi jamu loloh yang diminum dengan diiringi mantra khusus untuk meningkatkan khasiatnya. Mantra tersebut, seperti yang tercantum dalam lontar, berbunyi:

Ranining Sang Baga Purusa Harat Adodol Wajik Sorta Papanganan Kabeh Dene Wawadonane Wastu Panhulun Pupuh Siwa Dananing Kahot Kapurusa Dene Pinakang Hulun Teke Lulut Asih Si Anu Hanang Amban Wawadonan Ing Hulun.

Mantra ini diucapkan untuk memperkuat efek ramuan agar organ kewanitaan tetap terjaga dan memberikan rasa seperti perawan.

Merawat Kecantikan Wajah dengan Pupur Tradisional

Bagaimana cara masyarakat Bali kuno menjaga kecantikan wajah? Lontar Rukmini Tatwa juga mengajarkan cara membuat pupur atau bedak tradisional. Salah satu resepnya menggunakan campuran sawi kuning, bunga kepuh putih, babakan cemara, dan susu sapi. Bahan-bahan ini diolah, dimasak, dan didinginkan sebelum dioleskan ke wajah selama tujuh hari berturut-turut. Hasilnya? Wajah yang bersinar seperti bulan purnama, sebagaimana digambarkan dalam naskah.

Selain itu, ada resep lain menggunakan umbi candihih, madu, dan perasan jeruk nipis sebagai masker wajah. Penggunaan rutin selama tujuh hari dipercaya dapat membuat wajah tampak berseri dan bebas dari kotoran. Bahan alami lain seperti tabia bun, padang lepas, dan susu juga digunakan sebagai masker untuk membersihkan kulit wajah, baik untuk pria maupun wanita.

Ramuan untuk Keturunan

Bagi pasangan yang menghadapi kesulitan memiliki keturunan, lontar ini menawarkan solusi berupa ramuan dan ritual khusus. Salah satu caranya melibatkan penggunaan kepiting (yuyu) yang punggungnya ditulisi aksara tertentu, kemudian diolah menjadi rujak dengan terasi. Ramuan ini diiringi mantra:

Om Rakata Sun Angalok rare den akeh, den kadi sangkorawa, kehan anake hulun.

Mantra ini diucapkan dengan harapan memperoleh keturunan yang banyak. Proses ini biasanya dilakukan oleh seorang balian, seperti dukun beranak atau balian tenung, yang memahami cara mengolah ramuan dan mengucapkan mantra dengan benar.

Ramuan untuk Mengembalikan Gairah

Naskah ini juga memuat resep untuk mengembalikan gairah dan vitalitas, khususnya bagi wanita. Salah satu ramuan menggunakan campuran madu, pangkal buaya, dan minyak kelapa yang dioleskan pada organ kewanitaan. Menurut lontar, ramuan ini dapat membuat wanita yang sudah berusia lanjut atau setengah baya merasa seperti gadis kembali. Resep lain melibatkan bahan seperti batang teratai merah, susu kambing, dan kelopak jantung pisang, yang diolah hingga kental dan digunakan selama lima hari untuk hasil serupa.

Peran Mantra dalam Pengobatan Tradisional

Apa yang membuat ramuan-ramuan ini dianggap ampuh oleh masyarakat Bali kuno? Selain bahan-bahan alami, pengucapan mantra menjadi bagian penting dalam proses pengobatan. Mantra seperti “Ong kamosadi kama lulut, kama purusa, stri murca ratih sang yoga, marca sweet swaha” diucapkan untuk memperkuat khasiat ramuan, baik untuk kecantikan, kesehatan, maupun keharmonisan rumah tangga. Kombinasi antara ramuan herbal dan mantra ini mencerminkan pendekatan holistik dalam pengobatan tradisional Bali.

Warisan Budaya yang Relevan Hingga Kini

Lontar Rukmini Tatwa, yang juga dikenal sebagai Indrani-prawala, bukan hanya sekadar kumpulan resep jamu. Naskah ini mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga kesehatan fisik dan hubungan rumah tangga. Dengan pendekatan yang jujur dan tulus, wejangan dalam lontar ini bertujuan membantu pasangan suami-istri menjalin hubungan yang harmonis. Bagi masyarakat modern, pengetahuan ini menjadi pengingat akan kekayaan tradisi Bali yang masih relevan untuk dipelajari dan diapresiasi.

Dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti manjakani, madu, teratai merah, dan susu, serta menggabungkannya dengan ritual spiritual, lontar Rukmini Tatwa menawarkan panduan lengkap untuk kesehatan dan kecantikan. Warisan ini tidak hanya berharga sebagai bagian dari budaya Bali, tetapi juga sebagai inspirasi untuk hidup sehat secara alami.

***

Cek Usiamu Dulu Ya...

Anda harus sudah cukup umur untuk mengakses situs ini.

PERINGATAN: Situs web ini berisi konten yang dibatasi berdasarkan usia.

💬 Tanya AI