
📷ilustrasi Pura Goa Giri Putri/ google maps/ ortibali
Penulis: Orti Bali
ORTIBALI.COM – Hari ini umat Hindu melaksanakan rahinan Buda Kliwon Ugu. Tidak seperti rahinan pada umumnya, namun pada saat ini juga banyak yang melaksanakan pujawali atau piodalan. Bukan seperti rahinan seperti Purnama atau Kajeng Kliwon, Buda Wage Ugu menjadi momentum untuk melaksanakan penyucian diri.
Buda Kliwon Ugu merupakan hari suci umat Hindu yang dirayakan setiap 210 hari sekali, tepatnya pada hari Rabu (Budha) dengan pancawara Kliwon dalam wuku Ugu. Berdasarkan lontar Sundarigama, hari ini memiliki esensi khusus sebagai momentum pembersihan spiritual atau pesucian Sang Hyang Ayu.
Umat Hindu melaksanakan pemujaan kepada Hyang Nirmala Jati untuk memohon penyucian lahir dan batin, dengan sarana upakara berupa canang yasa, wangi-wangi, serta menghaturkan kembang payas di peraduan atau tempat tidur serta di sanggah (merajan).
Dalam lontar Sundarigama disebutkan sebagai berikut:
Buda Kliwon pasucian Sang Hyang Ayu, kalingania astiti Hyang Mami Nirmala, prakertinia canang yasa wangi-wangi, kembang payas, ring luuring aturu, muang ring sanggar.
Buda Kliwon merupakan hari pesucian Sang Hyang Ayu, yakni ngastuti Hyang Nirmala Jati. Umat melaksanakan pemujaan dengan sarana banten berupa canang yasa dan wangi-wangi. Selain itu, umat juga menghaturkan kembang payas di atas tempat tidur serta di sanggah.
Implementasi Pemujaan dan Tujuan Tri Mandala
Pelaksanaan ritual pada Buda Kliwon Ugu berfokus pada permohonan keselamatan yang mencakup tiga ranah kehidupan atau disebut Tri Mandala. Landasan ritual ini bertujuan untuk menyelaraskan energi spiritual ke dalam tiga tingkatan prioritas:
- Keselamatan Diri Sendiri: Tahap awal pemujaan ditujukan untuk membersihkan diri secara rohani dan jasmani, menciptakan ketenangan pikiran, serta memelihara keharmonisan jiwa pribadi.
- Keselamatan Keluarga: Pemujaan ditujukan kepada seluruh sanak saudara dan keturunan agar senantiasa berada dalam perlindungan niskala serta terhindar dari mara bahaya.
- Keselamatan Negara: Doa juga dipanjatkan untuk kesejahteraan dan kedamaian tatanan masyarakat secara luas serta keharmonisan praja mandala.
Kegiatan Saat Buda Kliwon Ugu
- Melakukan persembahyangan di sanggah, merajan, atau pura untuk memohon kerahayuan.
- Menghaturkan banten berupa canang yasa dan sarana wangi-wangi.
- Menghaturkan kembang payas (bunga hiasan) di tempat tidur dan pelinggih/sanggar kemulan sebagai simbol penyucian Sang Hyang Ayu (Hyang Nirmala Jati).
- Di beberapa tempat di Bali, hari ini juga menjadi momentum piodalan pada Tugu Karang (pelinggih penjaga pekarangan rumah)
6 Jenis Buda Kliwon Sepanjang Tahun
Sepanjang tahun, umat Hindu melalui 6 jenis Buda Kliwon dan salah satunya adalah Buda Kliwon Ugu. Keenam hari Buda Kliwon dalam satu siklus wuku tersebut adalah:
- Buda Kliwon Sinta (sering dikaitkan dengan rangkaian hari raya Pagerwesi)
- Buda Kliwon Gumbreg
- Buda Kliwon Dunggulan (bertepatan dengan hari suci Galungan)
- Buda Kliwon Pahang (sering juga disebut momentum Pegatuwakan/penyucian pasca-Galungan)
- Buda Kliwon Matal
- Buda Kliwon Ugu
Buda Kliwon Ugu merupakan hari suci umat Hindu yang dirayakan setiap 210 hari sekali, tepatnya pada pertemuan antara hari Rabu (Budha) dengan pancawara Kliwon dalam wuku Ugu. Berdasarkan lontar Sundarigama, hari ini memiliki esensi khusus sebagai momentum pembersihan spiritual atau pesucian Sang Hyang Ayu.
Demikian informasi tentang rahinan Buda Wage Ugu sebagaimana dirangkum dari beragam sumber.
***










