Tayang: Selasa, 9 Desember 2025 10:09 WITA
Penulis: Orti Bali

ORTIBALI.COM –  Di balik keindahan pulau dewata yang ramai wisatawan, masyarakat Hindu Bali masih menghadapi ancaman nyata bernama bebai atau babahi. Penyakit niskala ini bukan gangguan medis biasa, melainkan serangan ilmu hitam yang sengaja dikirim orang berniat jahat karena dendam, iri hati, atau persaingan.

“Banyak yang menganggap ini cuma mitos, tapi saya sudah melihat sendiri tetangga meninggal dalam tiga hari setelah kejang-kejang dan berteriak tak terkendali,” ujar I Made Sutarma, warga Mengwi, Badung, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Apa Itu Bebai?

Menurut penekun lontar Ida Bagus Gede Arsana dari Griya Arsa Mayun, Buduk, yang kerap tampil di kanal YouTube Yudha Triguna, bebai adalah gangguan dari dunia niskala yang disebabkan oleh pengaruh roh jahat. Dalam bahasa Bali, “babahi” berarti roh jahat yang membuat penderitanya bertingkah seperti orang gila dan kehilangan kesadaran.

Pelaku biasanya memasang bebai di pekarangan rumah korban, menyembunyikannya di lebuh (jalan setapak), atau mengirimkannya dari jarak jauh menggunakan mantra dan guna-guna. Bahan yang dipakai bahkan bisa meliputi campuran darah dan otak manusia meninggal—praktik yang disebut kawisesan atau pangleakan.

Siapa yang Paling Rentan Terkena Bebai?

Kelompok paling rawan adalah:

  • Remaja perempuan yang sedang haid atau baru akil baligh
  • Calon pengantin yang akan menikah
  • Orang yang sedang depresi berat atau sering melamun
  • Anak manja yang kehilangan kendali emosi
  • Pelaku bisnis yang punya banyak saingan atau musuh

Ciri-Ciri Orang Kena Bebai

Gejala bebai sangat khas dan sering berpindah-pindah tempat di tubuh, sehingga sulit dideteksi secara medis. Beberapa tanda yang paling sering muncul:

  • Emosi sangat labil, mudah menangis atau marah tanpa sebab
  • Dada berdebar-debar keras, merasa ada “kekuatan lain” di dalam tubuh
  • Sensitif sekali terhadap suara keras—kalau ada orang teriak, penderita ikut berteriak histeris
  • Tubuh terasa ditusuk-tusuk, ngilu hebat, kaku, atau kejang mendadak
  • Sering pingsan, mual, dan tidak ingat diri sendiri
  • Menjelang hari Kajeng Kliwon, gelisah luar biasa, ingin menyakiti diri sendiri
  • Bicara ngawur, suka menuduh orang lain, atau mengaku dirasuki

“Kalau bebai menempel di kepala, penderita seperti orang gila, ngomong tidak karuan. Kalau di leher, langsung pingsan dan lemas. Kalau di sendi, badan kejang dan ngilu seperti ada yang meremas,” jelas Ida Bagus Gede Arsana.

Yang membuat bebai semakin berbahaya, penyakit ini memiliki “30 pasukan” di bawah komando Mas Rajeg Bumi. Setiap pasukan punya ciri serangan berbeda, seperti Jaya Satru, Belog, Bongol, dan lainnya. Saat diobati, bebai sering berbohong dengan berkata “sudah mau keluar”, namun begitu peruqyah atau balian pergi, langsung kambuh lagi.

Pengobatan Medis Sering Tak Mempan

Banyak keluarga membawa penderita ke rumah sakit, namun hasil pemeriksaan dokter biasanya normal. Setelah beberapa hari atau beberapa Kliwon sembuh sementara, penyakit kembali menyerang lebih ganas.

“Karena ini sakit niskala, pengobatannya juga harus niskala. Kalau hanya pakai obat dokter, ya tidak akan sembuh,” tegas Ida Bagus Gede Arsana.

Pesan Penting dari Para Penekun Lontar

Para balian dan penekun lontar sepakat mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya ucapan penderita bebai yang sedang “kedewan-dewan”. Sebab, bebai sering memfitnah orang lain, menuduh ini-itu, hingga merusak hubungan keluarga dan tetangga.

“Jangan pernah percaya bebai. Dia ahli berbohong dan memecah belah,” pungsi,” tandasnya.

Di era modern ini, kasus bebai masih terus muncul di berbagai penjuru Bali, terutama di pedesaan. Masyarakat diminta tetap waspada, menjaga kebersihan batin dan lahir, serta tidak menyimpan dendam berlebihan—karena satu dendam kecil bisa berakhir pada nyawa orang lain.

Bebai bukan sekadar cerita mistis. Bagi masyarakat Bali, ini ancaman nyata yang masih hidup hingga hari ini.

***

Cek Usiamu Dulu Ya...

Anda harus sudah cukup umur untuk mengakses situs ini.

PERINGATAN: Situs web ini berisi konten yang dibatasi berdasarkan usia.

đź’¬ Tanya AI