
📷Pura Pusering Jagat/ Google Maps/ Orti Bali
Penulis: Orti Bali
ORTIBALI.COM –Â Bali, pulau yang dijuluki “seribu pura,” bukan hanya menawarkan pesona pantai dan keindahan alam yang memukau, tetapi juga kekayaan spiritual yang terpancar dari situs-situs sucinya. Salah satu permata budaya yang masih berdiri kokoh adalah Pura Pusering Jagat, yang berarti “Pusat Semesta.”
Terletak di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, pura ini menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang ingin merasakan denyut spiritual Bali. Hanya sekitar satu jam perjalanan dari Denpasar, pura ini menyuguhkan harmoni antara arsitektur kuno, sejarah mendalam, dan panorama alam yang menenangkan.
Jejak Sejarah Pura Pusering Jagat
Meski catatan tertulis tentang pendirian Pura Pusering Jagat sulit ditemukan, pura ini diperkirakan berdiri sejak abad ke-10, bertepatan dengan masuknya agama Hindu dari Jawa ke Bali. Berlokasi di Desa Pejeng, yang dulu merupakan pusat Kerajaan Bali Kuno, pura ini menjadi simbol perlindungan dan kebijaksanaan para raja untuk rakyatnya. Nama “Pusering Jagat” sendiri mencerminkan makna mendalam: “puser” berarti pusat, “ing” merujuk pada tempat, dan “jagat” melambangkan dunia, sehingga pura ini dianggap sebagai pusat semesta. Dalam naskah kuno, pura ini juga disebut Pura Pusering Tasik, yang berarti “pusat lautan,” mengacu pada kisah epik Adi Parwa tentang perjuangan para dewa mencari air kehidupan di lautan Ksirarnawa.
Pura ini menjadi tempat pemujaan Dewa Siwa, manifestasi Tuhan Yang Maha Esa dalam kosmologi Hindu. Menurut Lontar Kusuma Dewa, Pura Pusering Jagat juga menjadi tempat memuja Batara Amangkurat, simbol Tuhan sebagai pembimbing para pemimpin. Keyakinan ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang berlandaskan spiritualitas akan melahirkan pengabdian tulus kepada rakyat, mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
Keunikan Arsitektur dan Tata Ruang Tri Mandala
Pura Pusering Jagat mengusung konsep tata ruang Tri Mandala, yang membagi area pura menjadi tiga zona: Nista Mandala, Madya Mandala, dan Utama Mandala. Setiap zona memiliki fungsi khusus dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Hindu.
-
Nista Mandala (Jaba Sisi): Begitu memasuki pura melalui pintu utama (pemedal) dengan beberapa anak tangga, pengunjung disambut oleh wantilan, bangunan luas tempat berkumpulnya masyarakat untuk kegiatan sosial seperti parum. Di sisi kiri, terdapat pelinggih Ratu Pande dengan kain merah khasnya, sementara di belakangnya ada gelangang yang menyerupai arena pertunjukan dengan tangga menurun ke titik tengah.
-
Madya Mandala (Jaba Tengah): Melangkah lebih dalam, pengunjung akan melihat pelinggih arca di tengah halaman, dikelilingi dua balai panjang di sisi kiri dan kanan. Suasana tenang mulai terasa, dengan arsitektur yang memadukan keaslian tradisi Bali dan keindahan alam sekitar.
-
Utama Mandala: Ini adalah puncak spiritual pura, tempat pelinggih-pelinggih suci berdiri megah, dihiasi bunga-bunga taman yang menambah kesan asri. Di sini, upacara utama seperti piodalan dan Melasti digelar sebagai wujud bhakti kepada Tuhan. Salah satu pelinggih penting adalah gedong purusa, yang menaungi Arca Lingga Yoni, simbol Purusa dan Pradana, melambangkan kesuburan dan sumber kehidupan.
Telaga Maya: Keajaiban yang Menggugah
Di sisi timur Utama Mandala, terdapat Telaga Maya, sebuah telaga kering yang menyimpan kisah magis. Konon, saat upacara piodalan, sesajen (pakelem) yang dihaturkan di telaga ini akan muncul di perairan Nusa Penida, menandakan kesakralan pura. Lebih menakjubkan lagi, itik yang dilepaskan di telaga ini setelah upacara terlihat berenang seolah berada di air, meski telaga tersebut kering. Keajaiban ini memperkuat keyakinan masyarakat akan kekuatan spiritual Telaga Maya.
Harmoni dalam Keberagaman
Pura Pusering Jagat juga mencerminkan pluralisme melalui berbagai arca yang mewakili sekte-sekte berbeda, menunjukkan bagaimana leluhur Bali mengakomodasi keragaman kepercayaan. Harmoni ini menjadi bukti kearifan lokal dalam menyatukan perbedaan, menjadikan pura ini sebagai simbol toleransi dan kebersamaan.
Destinasi Spiritual yang Wajib Dikunjungi
Dengan arsitektur megah, sejarah yang kaya, dan panorama alam yang memukau, Pura Pusering Jagat bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga destinasi yang menginspirasi. Perannya dalam tradisi dan budaya Bali menjadikannya situs yang hidup, sarat makna bagi warga lokal maupun wisatawan. Untuk menjaga kelestariannya, kesucian pura ini perlu dijaga demi generasi mendatang.
***















