
📷Pura Dalem Pengalasan/ Google Maps/ ortibali
Penulis: Orti Bali
ORTIBALI.COM –Â Di tengah hiruk-pikuk kota Denpasar, Pura Dalem Pengalasan di Banjar Merta Bhuana, Padangsambian, berdiri kokoh sebagai penjaga warisan spiritual Bali. Pura yang diyakini sebagai salah satu yang tertua di kawasan ini menyimpan tradisi unik bernama Ngambil Rabi, sebuah ritual pernikahan gaib yang masih lestari hingga kini. Tradisi ini, bersama keberadaan lima sumber mata air suci, menjadikan pura ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol keseimbangan antara dunia nyata (sekala) dan dunia gaib (niskala).
Sejarah Pura Dalem Pengalasan
Pura Dalem Pengalasan memiliki akar sejarah yang dalam. Menurut Jero Mangku Putu Mudra, pemangku sekaligus pengempon pura, tempat ini sudah ada jauh sebelum Desa Pekraman Padangsambian terbentuk. Dahulu, wilayah ini hanyalah hutan belantara (alas). Pada masa kejayaannya, pura ini menjadi bagian dari Kerajaan Padangsambian. Ketika kerajaan tersebut melemah, pengelolaan pura diserahkan kepada kelompok Pande, yang hingga kini setia merawatnya. Pura ini bukan sekadar bangunan suci, melainkan saksi bisu perjalanan sejarah, budaya, dan spiritualitas masyarakat Bali.
Tradisi Ngambil Rabi: Pernikahan Gaib yang Unik
Salah satu daya tarik utama Pura Dalem Pengalasan adalah tradisi Ngambil Rabi, sebuah ritual pernikahan gaib yang tidak ditemukan di pura lain. Tradisi ini bermula dari pengalaman mistis para pemangku yang kerap mengalami sakit mendadak tanpa sebab medis, bahkan hingga lumpuh seolah tulang mereka patah, meski pemeriksaan medis menunjukkan tubuh mereka sehat. Melalui proses nunas baos (memohon petunjuk gaib), masyarakat memahami bahwa Ida Ratu Agung Dalem Pengalasan, penguasa spiritual pura, menginginkan upacara pernikahan sakral.
Ritual Ngambil Rabi melambangkan hubungan kerajaan di alam niskala. Dalam tradisi ini, Ida Ratu Agung diyakini telah mempersunting 18 dewi dari berbagai pura di Bali, dengan istri terakhir berasal dari Pura Segara Rupek, Buleleng. Prosesi ritual ini mirip dengan pernikahan manusia, dimulai dari mapakeling (melamar secara simbolis) hingga upacara puncak. Para pemangku bertindak sebagai perantara antara dunia nyata dan gaib, dengan kunjungan niskala ke pura lain untuk melamar sang dewi. Tradisi ini diyakini memperkuat taksu (kekuatan spiritual) pura, menjaga harmoni alam, serta membawa keselamatan, rezeki, dan penyembuhan bagi umat Hindu yang memohon.
Mata Air Suci dan Fenomena Kepiting Merah
Selain Ngambil Rabi, Pura Dalem Pengalasan juga dikenal karena lima sumber mata air suci yang memiliki khasiat berbeda. Salah satu yang paling istimewa adalah sumur di area jaba pura yang mengeluarkan air dengan aroma harum alami. Air ini mampu mengubah nasi menjadi kuning keemasan dengan wangi khas saat digunakan untuk menanak. Namun, pengambilan air ini tidak sembarangan. Hanya mereka yang dalam kondisi suci (bajang) boleh menimba, dan itu pun hanya diperbolehkan saat pujawali berlangsung.
Fenomena lain yang menarik adalah kemunculan kepiting merah di salah satu sumber air. Kehadiran kepiting ini dianggap sebagai pertanda baik, dan air dari sumber tersebut diyakini memiliki khasiat penyembuhan khusus. Keunikan ini menambah daya tarik spiritual pura bagi umat yang datang untuk berdoa dan mencari berkah.
Hubungan Spiritual dan Status Sad Kahyangan
Pura Dalem Pengalasan memiliki ikatan spiritual dengan Pura Petitenget, salah satu pura besar di Bali. Sebagai bagian dari Sad Kahyangan, pura ini terbuka untuk seluruh umat Hindu, tidak hanya warga Padangsambian. Banyak pamedek (umat yang bersembahyang) dari berbagai daerah, termasuk Ubud, datang untuk berdoa, menunjukkan peran pura ini sebagai pusat spiritual yang melampaui batas lokal. Keberadaannya menjadi bukti bahwa nilai-nilai spiritual Bali tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Harmoni Sekala-Niskala di Tengah Modernitas
Meski Denpasar terus berkembang menjadi kota modern, tradisi Ngambil Rabi dan nilai-nilai spiritual Pura Dalem Pengalasan tetap terjaga. Ritual ini bukan sekadar upacara, melainkan cerminan keseimbangan antara dunia nyata dan gaib yang diyakini membawa harmoni. Bagi umat Hindu, pura ini adalah pengingat bahwa warisan budaya dan spiritual dapat bertahan di tengah perubahan zaman.
Pengalaman religius yang ditawarkan pura ini mengajak setiap pengunjung untuk merenungi kearifan lokal Bali: bahwa dunia manusia dan gaib selalu berdampingan, dan keseimbangan keduanya adalah kunci kehidupan yang harmonis.
Pura Dalem Pengalasan bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga perjalanan batin yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Dengan tradisi Ngambil Rabi dan mata air sucinya, pura ini terus menjadi benteng spiritual yang menjaga identitas budaya Bali, sekaligus mengundang siapa saja untuk menyaksikan keajaiban tradisi yang masih hidup hingga kini.
***















