đź“·ilustrasi/ Pixabay/ortibali
Penulis: Orti Bali
ORTIBALI.COM – Di tengah gemerlap pariwisata Bali, ada satu momok yang masih membuat bulu kuduk berdiri khususnya bagi masyarakat Hindu, dikenal dengan nama penyakit bebai. Penyakit misterius ini diyakini berasal dari ilmu hitam berbahaya yang bisa merenggut nyawa hanya dalam hitungan hari.
“Bebai itu benar-benar nyata. Saya pernah melihat tetangga tiba-tiba kejang-kejang, berteriak tak karuan, lalu meninggal dalam tiga hari,” cerita I Made Sutarma, warga Mengwi, Badung, kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Apa Sebenarnya Bebai Itu?
Dalam kepercayaan masyarakat Bali, bebai adalah serangan ilmu hitam kawisesan atau pangleakan yang dibuat menggunakan campuran darah dan otak manusia yang sudah meninggal. Dampaknya langsung menyerang jiwa dan raga korban.
Gejala khas yang muncul biasanya:
- Perut terasa ditusuk-tusuk benda tajam
- Ngilu hebat di seluruh tubuh
- Pingsan mendadak
- Berteriak histeris seperti kerasukan
- Kejang-kejang tak terkendali
- Hilang ingatan
- Bahkan kematian mendadak
Kelompok yang paling rentan adalah remaja, calon pengantin, serta orang yang sedang bersaing bisnis atau memiliki banyak musuh.
Cara Terbaik Mencegah dan Menghadapi Bebai
Pencegahan paling ampuh tetap kembali pada keyakinan spiritual: rajin sembahyang harian, nunas baos keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi dan leluhur, serta menjaga silaturahmi agar tidak mudah dimasuki energi negatif.
Jika gejala sudah muncul, langkah pertama tetap ke dokter untuk memastikan tidak ada penyakit medis. Setelah itu, banyak masyarakat langsung melanjutkan pengobatan spiritual melalui ritual melukat atau nunas tamba di tempat-tempat suci.
Berikut tiga lokasi yang paling banyak dicari umat Hindu Bali ketika terkena ilmu hitam atau bebai:
1. Pura Dalem Sinunggal Samar Sari, Mengwi, Badung
Tempat Andalan Melawan Guna-Guna dan Bebai
Terletak di Desa Mengwi, pura ini terdiri dari tiga kawasan yang saling terhubung: Pesimpangan Dalem Nusa, Pura Taman Beji, dan Pura Dalem utama. Daya tarik utamanya adalah pohon beringin tua raksasa dan tanaman bun selimpet yang konon mampu “mendeteksi” keberadaan ilmu hitam dalam tubuh.
“Bila orang yang kena bebai mendekat, bun selimpet akan membuat tubuhnya panas luar biasa, gelisah, bahkan kejang. Itu tanda ilmu hitam sedang bereaksi,” jelas Jero Mangku Ketut Widnyana, pengempon pura.
Setelah terdeteksi, peziarah melanjutkan ritual melukat di sisi utara (simbol kembali ke rahim ibu) dan sisi selatan (lautan niskala untuk membuang energi negatif). Banyak peziarah yang datang khusus saat Saniscara Kliwon Wuku Wayang karena bertepatan dengan pujawali.
2. Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari, Pura Taman Sari, Jehem, Bangli
Air Suci yang Membuat Ilmu Hitam “Berontak”
Berada di tengah hutan sejuk Jehem, Bangli, pura ini memiliki 12 pancuran dengan fungsi berbeda. Dua yang paling dicari penderita santet dan bebai adalah Pancuran Tirta Ratu Niang Sakti dan Pancuran Naga Basuki.
“Saat minum air dari dua pancuran itu, tubuh saya panas sekali, seperti ada yang melawan dari dalam. Setelah itu baru terasa ringan,” kenang Ni Ketut Sari, warga Gianyar yang pernah berobat ke sana tahun lalu.
Prosedur melukat dimulai dari pancuran paling barat, berlanjut ke 10 Pancuran Widyadari untuk pembersihan mala dan bala, lalu diakhiri minum tirta sakti sambil bersyukur. Hari paling ramai adalah tilem, purnama, dan kajeng kliwon.
3. Pura Pemuteran, Gerokgak, Buleleng
Empat Mata Air Suci Warisan Dang Hyang Nirartha
Pura Dang Kahyangan di pesisir utara Bali ini menyimpan empat mata air suci hasil kesaktian Dang Hyang Nirartha saat memutar bajra. Setiap mata air memiliki warna kain penutup dan khasiat berbeda:
- Putih → penyucian jiwa
- Merah → melukat pekarangan
- Hitam → pengusir ilmu hitam, kesurupan, dan roh jahat
- Kuning → penyembuh penyakit kulit
“Yang kena bebai biasanya langsung mandi dan minum dari mata air hitam. Reaksinya keras, tapi setelah itu lega,” cerita I Nengah Sudiarta, pengempon pura.
Pura ini juga terkenal untuk ritual “memutar usaha” bagi pedagang dan pebisnis yang merasa usahanya diganggu ilmu hitam.
Pesan Penutup dari Para Balian
Para balian dan pemangku sepakat: bebai memang mengerikan, tetapi tidak ada ilmu hitam yang tidak bisa dilawan dengan keyakinan, ketulusan, dan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Bila hati bersih dan sering sembahyang, ilmu hitam sulit sekali masuk,” tegas Jero Mangku Widnyana.
Bagi Anda atau keluarga yang sedang mencari kesembuhan dari penyakit non-medis di Bali, ketiga tempat suci di atas telah terbukti membantu ribuan umat selama bertahun-tahun. Tetap utamakan pengobatan medis, lalu lengkapi dengan ritual spiritual sesuai keyakinan.
***











