Tayang: Senin, 10 November 2025 16:43 WITA
Penulis: Orti Bali

ORTIBALI.COM –Ā  Sugihan Jawa, yang dikenal sebagai hari panyucian dewa atau pasucian dewa, merupakan ritual penting dalam tradisi Hindu Bali. Berdasarkan Lontar Sundarigama, hari ini difokuskan pada pembersihan dan penyucian semua Bhatara atau dewa-dewa. Pertanyaan yang sering muncul: apa saja bebantenan Sugihan Jawa yang digunakan untuk melaksanakan upacara ini?

Upacara Sugihan Jawa melibatkan berbagai sarana upakara yang dihaturkan di pelinggih utama seperti Padmasana, Meru, Sanggah Kemulan, Taksu, Pengijeng, atau Penunggun Karang, serta pelinggih lainnya. Beberapa di antaranya termasuk banten Pabersihan atau Panyucian, Canang Buratwangi (atau variasi lain), serta Tirtha Anyar (juga disebut Toya Anyar). Penghaturan ini bisa dilengkapi dengan ajuman dan daksina, sesuai tradisi yang telah berlaku di masyarakat.

Untuk pelinggih yang lebih kecil, cukup dihaturkan Canang Buratwangi atau sesajen serupa yang sesuai dengan kebiasaan setempat. Secara keseluruhan, proses penyucian ini dikenal sebagai Parerebuan.

Ritual dimulai dengan pembersihan secara sekala, yaitu membersihkan area fisik. Selanjutnya, dilakukan pembersihan secara niskala melalui penghaturan banten Parerebuan. Jika hanya membuat satu jenis banten Parerebuan, sebaiknya gunakan ikan, ayam, atau itik sebagai elemen utama. Banten ini pertama kali dihaturkan di Padmasana, kemudian berlanjut ke Sanggah Kemulan, Meru, atau Gedong, Taksu, hingga pelinggih-pelinggih kecil lainnya.

Setelah itu, banten Parerebuan “dilebar” di area Jaba, disertai dengan Segehan dan Tetabuhan. Proses ini menciptakan alur yang sistematis dalam upacara Sugihan Jawa.

Begitu penghaturan banten Parerebuan selesai, lanjutkan dengan sesajen-sesajen lainnya. Upacara ditutup dengan persembahyangan rutin dan permohonan tirta, seperti yang biasa dilakukan dalam ritual Hindu Bali sehari-hari.

Dengan memahami bebantenan Sugihan Jawa ini, umat Hindu dapat melestarikan tradisi panyucian dewa yang sarat makna spiritual, sesuai ajaran Lontar Sundarigama.

***

Cek Usiamu Dulu Ya...

Anda harus sudah cukup umur untuk mengakses situs ini.

PERINGATAN: Situs web ini berisi konten yang dibatasi berdasarkan usia.

šŸ’¬ Tanya AI