Tawur Balik Sumpah Desa Petang Dipuput 30 Sulinggih

 Tawur Balik Sumpah Desa Petang Dipuput 30 Sulinggih

ORTIBALI.COM – Krama Agung Desa Adat Petang menggelar upacara Tawur Balik Sumpah, Rsi Gana, Melaspas dan Mendem Pedagingan serangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih lan Tawur Agung, Ngusaba Dalem di Pura Kahyangan Dalem Desa Adat Petang, Senin (11/9).

Upacara besar ini dipimpin oleh Ida Peranda Gede Griya Kemenuh Gianyar, Ida Peranda Griya Budha Saraswati Taman Sari Batuan Sukawati Gianyar dan Ida Rsi Bujangga Griya Anyar Sari Sembung Badung. Serta turut dihadiri Bupati Badung Nyoman Giri Prasta.

Upacara ini merupakan tingkatan utamaning utama untuk mengingatkan kepada generasi penerus upacara ngusaba dalem ini, wenang bendesa adat/prawartaka karya untuk membuatkan Prasasti karana upacara utamaning utama ini kalaksanayang nyabran 30 tahun sekali.

Manggala Karya I Made Sukawana, menyampaikan upacara Utamaning Utama Tawur Balik Sumpah, Rsi Gana, Melaspas lan Mendem Pedagingan serangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih lan Tawur Agung, Ngusaba Dalem, Pura Kahyangan Dalem, Nemuning Rahina Buda Wage Merakih Pinanggal 20 September 2023 yang akan datang.

Karya ini dipimpin oleh 30 sulinggih dan upacara ini medasar 3 Kerbau, Wewalungan Suku 4, Kuku 2 semua berisi dan memakai Bebangkit 108 soroh.

“Upacara ini dimulai pada Tanggal 8 Februari diawali dengan nyukat genah, Tanggal 4 Mei nancep sanggar tawang, mari suda bumi, surya candra naga, pengrasa karya, pada Tanggal 8 Mei nyengker setra, dan hari ini (11/9) kalaksanayang upacara Tawur Balik Sumpah, Rsi Gana, Melaspas lan Mendem Pedagingan, dan Puncak Piodalan pada tanggal 20 September, Penyineban Tanggal 1 Oktober 2023,” jelasnya.

Dalam upacara balik sumpah, Bupati Giri Prasta berharap upacara utama ini agar dudonan karya harus benar sama seperti anak-anak masuk ke sekolah, harus dari Paud ke TK baru SD, setelah itu SMP, SMA dan seterusnya dan tingkatan seperti itu yang utama diharapkan.

Ia mengatakan dalam pelaksanaan Pujawali ini dapat dikatakan Puja itu dilaksanakan oleh Sulinggih bersama Pemangku sedangkan Walinya dilaksanakan oleh welaka, ada Sekaa Gong, Pesantian, Topeng Sidakarya, tari Rejang lan renteng itu yang dimaksud puja wali.

Dia menekankan agar dudonan ini benar dan mautama dan sudah benar dan mautama ini yang dimaksud upacara, upakara lan uparengga itu sarana dan taksu jagat Bali yang mautama.

“Setelah itu diharapkan juga masyarakat semua untuk bersatu dalam melaksanakan upacara seperti ini karena dengan bersatu setengah perjuangan akan berhasil serta dengan bersatu kita bisa membuatkan jembatan emas untuk generasi kedepan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk Ngastiti Bhakti Ring Ida Betara, Bupati Badung membantu dana Upacara sebesar Rp2 Miliar serta secara pribadi Mepunia sebesar Rp. 25 Juta. ***

ikuti kami di Google News