Banten Buda Wage Klawu, makna dan Siapa yang Dipuja

 Banten Buda Wage Klawu, makna dan Siapa yang Dipuja

ilustrasi/ pixabay/ orti bali

 

ORTIBALI.COM – Umat Hindu akan melaksanakan rainan Buda Cemeng Klawu pada Rabu, 29 November 2023.

Dimana rainan yang juga dikenal sebagai Buda Wage Klawu ini adalah rainan yang identik dengan pengusaha.

Saat Buda Cemeng Klawu dilakukan pemujaan kepada Bhatara Rambut Sedana yang juga dikenal dengan Dewi Laksmi.

Buda Wage Klawu datang setiap 6 bulan atau 210 hari sekali berdasarkan perhitungan kalender Bali.

Kekawin Nitisastra IV.7 disebutkan,

Singgih yan tekaning yuganta kali tan hana lewiha sakeng mahadhana. Tan waktan guna sura pandita widagdha pada mengayap ring dhaneswara.

Artinya,

Kalau zaman kali sudah datang tidak ada yang lebih bernilai dari pada uang. Sudah susah dikatakan para ilmuwan, pemberani, orang suci maupun orang yang kuat semuanya pelayan orang kaya.

Adapun sarana untuk melaksanakan Buda Wage Klawu adalah menyesuaikan dengan desa kala patra atau kemampuan masing-masing umat.

Namun bisa juga menggunakan canang sari atau pejati. Buda Wage Klawu datang berdasarkan pertemuan antara Pancawara Wage, Wuku Klawu dengan Saptawara Buda.

Disisi lain, lontar Sundarigama juga menyebutkan tentang Buda Wage Klawu sebagai berikut,

Buda wage, ngaraning Buda Cemeng, kalingania adnyana suksema pegating indria, betari manik galih sira mayoga, nurunaken Sang Hyang Ongkara mertha ring sanggar, muang ring luwuring aturu, astawakna ring seri nini kunang duluring diana semadi ring latri kala.

Terjemahannya,

Buda Wage, Buda cemeng namanya, keterangannya ialah, mewujudkan inti hakekat kesucian pikiran, yakni putusnya sifat-sifat kenafsuan, itulah yoga dari Bhatari Manik Galih, dengan jalan menurunkan Sang Hyang Omkara amrta (inti hakekat kehidupan), di luar ruang lingkup dunia skala.

Kepercayaan masyarakat Hindu saat Buda Wage Klawu adalah tidak boleh melaksanakan transaksi terlebih untuk membayar hutang. ***

ikuti kami di Google News