📷ilustrasi banten dalam ritual agama HIndu/ ortibali
Penulis: Orti Bali
ORTIBALI.COM – April menjadi bulan yang cukup padat, mulai dari Sasih Kedasa yang menjadi puncak pelaksanaan Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 hingga rahinan Tumpek Landep.
Masyarakat Hindu di Bali bersiap menyambut rangkaian hari suci atau rerainan yang padat sepanjang April 2026. Berdasarkan kalender perhitungan pawukon dan sasih, bulan ini menjadi momentum penting bagi pemuliaan ilmu pengetahuan hingga penyucian benda pusaka.
Berikut adalah jadwal lengkap serta makna mendalam di balik setiap perayaan agama yang berlangsung selama April 2026.
Pembuka Bulan dan Fase Purnama
Bulan April dibuka dengan Hari Urip pada tanggal 1, yang segera disusul oleh Hari Patetegan dan Hari Raya Purnama pada 2 April 2026. Kehadiran Purnama di awal bulan menjadi waktu yang krusial bagi umat untuk melakukan pembersihan pikiran dan memohon berkah di pura. Sehari setelahnya, 3 April 2026, umat memasuki Hari Pangredanaan. Ini adalah masa persiapan spiritual dan fisik untuk menyambut turunnya ilmu pengetahuan.
Puncak Pemujaan Ilmu Pengetahuan: Saraswati hingga Pagerwesi
Momen yang paling dinantikan jatuh pada Hari Raya Saraswati, 4 April 2026. Sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan (pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati), umat menghaturkan upacara selamatan pada kitab suci, lontar, dan buku-buku. Ini adalah bentuk syukur atas kemampuan kognitif dan kebijaksanaan yang diberikan oleh Tuhan.
Rangkaian ini berlanjut secara intensif:
- 5 April 2026 (Banyu Pinaruh): Umat melakukan ritual mandi fajar menggunakan air kumkuman yang dicampur bunga harum. Tujuannya adalah menyucikan lahir dan batin setelah menerima anugerah ilmu pengetahuan.
- 6 April 2026 (Soma Ribek): Hari khusus untuk menghormati Dewi Sri melalui pemujaan terhadap padi di lumbung dan beras di tempat penyimpanan. Etika lokal melarang masyarakat menumbuk padi atau menjual beras pada hari ini.
- 7 April 2026 (Sabuh Mas): Fokus upacara beralih pada pemujaan Hyang Mahadewa sebagai bentuk syukur atas harta benda dan perhiasan yang dimiliki.
- 8 April 2026 (Pagerwesi): Menandai hari payogan Hyang Pramesti Guru. Umat melakukan yoga semadi dan persembahyangan di Sanggah Kemulan untuk memohon keselamatan semesta.
Ritual Pertengahan Bulan dan Siklus Alam
Memasuki pertengahan bulan, dinamika ritual tetap terjaga melalui Kajeng Keliwon Uwudan pada 13 April dan Tilem pada 16 April 2026. Tilem atau bulan mati merupakan waktu untuk pembersihan segala kekotoran dalam diri.
Pada 18 April 2026, Bali merayakan Tumpek Landep. Ritual ini dikhususkan untuk mengupacarai benda-benda tajam atau senjata yang terbuat dari logam. Melalui pemujaan kepada Sang Hyang Pasupati, umat memohon agar alat-alat tersebut tetap memberikan kegunaan dan memiliki “tuah” yang positif.
Pemujaan Bhatara Guru dan Keberuntungan Ekonomi
Menjelang akhir bulan, terdapat beberapa hari penting yang mengatur hubungan manusia dengan kesejahteraan:
- 19 April 2026 (Redite Umanis Ukir): Persembahan kepada Bhatara Guru di Sanggah Kemulan.
- 22 April 2026 (Buda Wage Ukir): Hari ini didedikasikan untuk Sang Hyang Sri Nini dan Dewa Sadhana. Berdasarkan kepercayaan tradisional, hari ini sangat baik untuk menata tempat penyimpanan harta, namun tidak disarankan untuk melakukan transaksi pembayaran atau pengeluaran besar.
- 24 April 2026: Dirayakan sebagai Hari Bhatara Sri, sang dewi kesuburan.
Penutup April: Anggar Kasih Kulantir
Bulan ini ditutup dengan dua peringatan sekaligus pada 28 April 2026, yakni Kajeng Keliwon Enyitan dan Anggar Kasih Kulantir. Perayaan Anggar Kasih merupakan momentum pemujaan kepada Bhatara Mahadewa untuk memohon keselamatan serta menjaga keseimbangan spiritual di lingkungan keluarga dan masyarakat luas.
Memahami jadwal rerainan ini sangat membantu umat Hindu dalam mempersiapkan sarana upakara sekaligus meresapi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap upacara adat di Bali.
***










