Tayang: Jumat, 29 Agustus 2025 10:00 WITA
Penulis: Febrianti Saraswati | Editor: Putu Linggih

ORTIBALI.COM – Di antara deretan pura yang menghiasi keindahan Nusa Penida, ada satu yang begitu mencuri perhatian: Pura Paluang. Terletak di Dusun Karangdawa, Desa Bungamekar, pura ini menyimpan keunikan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Bukan hanya karena suasana sakralnya, tetapi karena keberadaan pelinggih berbentuk mobil yang begitu ikonik, menyerupai Jimny dan VW Beetle. Keunikan ini menjadikan Pura Paluang sebagai destinasi spiritual yang wajib dikunjungi di Nusa Penida.

Pelinggih Mobil: Simbol Spiritual yang Tak Biasa

Sekilas, Pura Paluang tampak seperti pura pada umumnya di Bali, dengan arsitektur khas dan nuansa religius yang kental. Namun, jika traveler memperhatikan lebih jeli, dua pelinggih di pura ini langsung mencuri pandang. Bentuknya bukanlah bangunan tradisional, melainkan replika mobil Jimny dan VW Beetle yang dibuat dengan penuh detail. Keberadaan pelinggih ini bukan sekadar seni arsitektur, tetapi menyimpan makna spiritual yang dalam bagi masyarakat setempat.

Menurut cerita turun-temurun, keunikan pelinggih ini berawal dari pawisik (petunjuk gaib) dari Ratu Gede Sakti Hyang Mami, dewa yang dipercaya bersemayam di pura ini. Sang dewa meminta masyarakat setempat membuat pelinggih berbentuk mobil, sebagai simbol kendaraan yang digunakan beliau di alam niskala.

Pelinggih berbentuk Jimny menjadi tempat suci bagi Ida Bhatara Ratu Gede Ngurah dan Hyang Mami, yang diwujudkan dalam dua arca lanang-istri di dalamnya. Sementara itu, pelinggih berbentuk VW Beetle melambangkan kendaraan para pengikut atau anak-anak beliau.

Cerita Mistis di Balik Pelinggih Mobil

Keunikan Pura Paluang tidak berhenti pada bentuk pelinggihnya. Masyarakat setempat sering berbagi kisah tentang pengalaman mistis yang mereka alami. Pada malam hari, tak jarang warga mendengar suara deru mesin mobil disertai klakson nyaring, diikuti kilatan cahaya terang yang melaju kencang ke arah barat laut. Anehnya, suara dan cahaya itu hanya terdengar sekilas, lalu menghilang tanpa jejak. Cerita ini menjadi bagian dari daya tarik Pura Paluang, yang memperkuat aura magis tempat ini.

Menariknya, pelinggih berbentuk mobil ini konon sudah ada sejak sekitar 300 tahun lalu, jauh sebelum mobil VW Beetle diproduksi di Jerman pada 1938-2003. Hal ini menambah misteri sekaligus keajaiban yang melekat pada pura ini, seolah-olah masyarakat Karangdawa telah mendapat petunjuk gaib jauh sebelum era modern.

Detail Pelinggih: Makna di Balik Plat Nomor

Pelinggih di Pura Paluang bukan hanya menarik dari segi bentuk, tetapi juga dari detail yang menyertainya. Pelinggih VW Beetle memiliki plat nomor KD 013, yang merujuk pada Karang Dawa dan tahun pembaruan pelinggih pada 1 Januari 2013. Sementara itu, pelinggih Jimny memiliki plat nomor DK 28703 GL, di mana DK menandakan kode kendaraan Bali, 28-7-2003 adalah tanggal pembaruan, dan GL merujuk pada Gunung dan Lebah (jurang), menggambarkan lokasi pura yang berada di kawasan perbukitan.

Awalnya, pelinggih ini dibuat dari kayu dengan bentuk menyerupai mobil. Namun, seiring waktu, kayu mulai lapuk, sehingga masyarakat setempat merenovasi pelinggih menggunakan batu agar lebih kokoh dan tahan lama. Proses renovasi ini dilakukan dengan hati-hati untuk mempertahankan bentuk asli dan makna spiritualnya.

Destinasi Wisata Spiritual di Nusa Penida

Pura Paluang bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata spiritual yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Keunikan pelinggih mobil, cerita mistis, dan sejarah yang kaya menjadikan pura ini sebagai salah satu permata tersembunyi di Nusa Penida. Bagi Anda yang ingin menjelajahi sisi lain Bali yang penuh makna, Pura Paluang adalah pilihan yang tak boleh dilewatkan.

Dengan lokasinya yang mudah dijangkau di Dusun Karangdawa, pura ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari destinasi wisata lainnya di Nusa Penida. Jadi, saat Anda berkunjung ke pulau ini, luangkan waktu untuk mengunjungi Pura Paluang dan saksikan sendiri keajaiban pelinggih mobil yang telah menjadi bagian dari warisan budaya Bali.

***

Tanya AI