📷ilustrasi banten dalam ritual agama HIndu/ ortibali
Penulis: Orti Bali | Editor: Bram Subali
ORTIBALI.COM – Anggar Kasih Dukut merupakan salah satu hari raya suci yang dirayakan oleh umat Hindu di Bali. Hari raya ini memiliki makna mendalam dan menjadi momen penting untuk introspeksi serta pembersihan diri. Berikut penjelasan lengkap mengenai makna, banten, dan ritual.
Apa Itu Anggar Kasih Dukut?
Anggar Kasih Dukut adalah salah satu dari enam jenis Anggar Kasih yang diperingati umat Hindu Bali. Hari raya ini diperingati setiap enam bulan sekali, tepatnya setiap 210 hari, berdasarkan penanggalan wuku dalam kalender Bali. Rahinan ini jatuh pada hari Selasa Kliwon di wuku Dukut, sebagaimana diatur dalam tradisi Hindu Bali.
Selain Anggar Kasih Dukut, ada lima lainnya seperti Anggar Kasih Kulantir, Julungwangi, Medangsia, Tambir, dan Prangbakat. Keenam perayaan ini memiliki kesamaan, yakni diperingati pada hari Selasa Kliwon sesuai wuku masing-masing, menjadikannya momen sakral dalam tradisi Bali.
Makna Anggar Kasih Dukut
Makna Anggar Kasih Dukut dapat ditemukan dalam naskah suci Lontar Sundarigama. Dalam lontar ini dijelaskan bahwa Anggar Kasih adalah saat untuk menumbuhkan cinta kasih, baik terhadap diri sendiri maupun sesama makhluk hidup. Hari ini menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan diri dari dosa dan mengendalikan pikiran dari hal-hal yang dapat mengotori jiwa.
isi lontar:
Nahanta waneh, rengen denta, Anggara Keliyon ngarania Anggara Kasih, pekenania pengasianing raga sarira. Sadekala samana yogia wang amugpug angelakat sealaning sarira, wigenaning awak, dena ayoga wang apan ika yoganira, Betara Ludra, merelina alaning jagat teraya, pakertinia aturakna wangi-wangi, puspa wangi, asep astanggi muang tirta gocara.
Menurut Lontar Sundarigama, Anggar Kasih Dukut adalah saat beryoganya Sang Hyang Ludra, dewa yang membantu umat manusia menghilangkan kekotoran batin. Oleh karena itu, perayaan ini menekankan pentingnya renungan suci untuk mencapai kebersihan jiwa dan raga.
Banten dan Ritual dalam Anggar Kasih Dukut
Umat Hindu Bali mempersembahkan banten atau sesajen sebagai wujud bakti kepada Sang Hyang Ludra. Banten yang umum digunakan meliputi wangi-wangian, seperti bunga-bunga harum, serta dupa astangi. Selain itu, ritual memercikkan air suci (tirta gocara) dilakukan untuk menyucikan diri, baik secara fisik maupun spiritual.
Ritual ini biasanya dilakukan dengan penuh kesadaran untuk mencapai keseimbangan batin. Umat Hindu Bali memanfaatkan momen ini untuk merenung, memohon pengampunan atas dosa, dan memperkuat hubungan spiritual dengan alam serta Tuhan.
Pentingnya Anggar Kasih Dukut dalam Kehidupan
Perayaan Anggar Kasih Dukut bukan sekadar tradisi, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga kebersihan jiwa dan raga. Dengan melaksanakan ritual suci dan mempersembahkan banten, umat Hindu Bali berupaya mencapai harmoni dalam kehidupan sehari-hari. Hari raya ini juga menjadi wujud cinta kasih terhadap alam dan sesama, sebagaimana yang diajarkan dalam ajaran Hindu.
Dengan memahami makna dan melaksanakan ritual, umat Hindu Bali dapat terus menjaga keseimbangan spiritual dan mempererat hubungan dengan nilai-nilai luhur tradisi. Hari raya ini menjadi salah satu pilar penting dalam menjalani kehidupan yang penuh kesadaran dan kedamaian.
***












