Tayang: Sabtu, 15 November 2025 08:29 WITA
Penulis: Orti Bali

ORTIBALI.COM – Umat Hindu di seluruh dunia, khususnya di Bali, memperingati Hari Suci Galungan setiap 210 hari sekali sesuai sistem penanggalan pawukon. Perayaan ini menjadi momen sakral yang sarat nilai spiritual.

Bagi umat Hindu, makna Galungan adalah peringatan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan), yang melambangkan pengendalian hawa nafsu. Menurut Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), hawa nafsu mencakup segala gangguan yang merusak ketenangan batin, dan sering terwujud dalam perilaku sehari-hari baik secara pribadi maupun kelompok.

Saat Galungan di Bali tiba, pulau ini bertransformasi menjadi surga wisata budaya. Ini waktu ideal untuk berkunjung ke Bali saat Galungan, karena suasana penuh warna dan tradisi autentik.

Rumah-rumah warga dihiasi penjor, lengkungan janur kuning yang melambangkan Naga Basuki sebagai simbol kesejahteraan. Berdasarkan informasi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, masyarakat lokal mengenakan busana adat Bali sambil berjalan kaki menuju pura untuk sembahyang, menciptakan pemandangan hidup yang memukau.

Jika Anda berada di Bali selama perayaan Galungan, jangan lewatkan rekomendasi tempat wisata saat Galungan berikut. Dirangkum dari berbagai sumber terpercaya, inilah pura-pura ikonik yang ramai dikunjungi umat untuk bersembahyang sekaligus menawarkan pesona alam dan arsitektur.

1. Pura Tanah Lot: Pulau Karang di Tengah Laut

Pura Tanah Lot selalu dipadati umat Hindu saat Galungan, seperti dilansir Perpustakaan Nasional. Lokasinya unik di atas batu karang besar di tepi pantai Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Nama “Tanah Lot” berasal dari “tanah” yang berarti gili atau pulau kecil, serta “lot” atau “lod” yang artinya laut. Secara keseluruhan, ini menggambarkan pulau mungil yang seolah mengambang di lautan. Di sekitar terumbu karang, terdapat ular hitam-putih jinak yang dikeramatkan sebagai penjaga pura dari energi negatif, diyakini sebagai properti dewa.

2. Pura Beji Sangit: Permata Ukiran di Utara Bali

Pura Beji Sangit menjadi tempat suci untuk memuja Dewi Seri, manifestasi Tuhan sebagai Dewi Kesuburan. Bangunannya memukau dengan ukiran khas Buleleng, dikelilingi hamparan sawah hijau yang luas.

Berada di Jalan Raya Sangsit, Kabupaten Buleleng, Bali Utara, pura ini berjarak sekitar 87 km dari Denpasar dengan waktu tempuh lebih dari dua jam. Cocok untuk wisatawan yang mencari ketenangan pedesaan saat Hari Suci Galungan.

3. Pura Ulun Danu: Mahkota di Tengah Danau

Dibangun pada 1926 di kaki Gunung Batu, Pura Ulun Danu didedikasikan untuk Dewi Batari Ulun Danu, dewi danau dan sungai. Nama “Ulun Danu” secara harfiah berarti “kepala danau”, sesuai Dinas Pariwisata Provinsi Bali, karena posisinya seperti mahkota mengapung di Danau Beratan.

Kompleks ini mencakup sembilan pura utama, ditambah sekitar 285 pura kecil untuk dewa air, pertanian, mata air suci, seni, dan kerajinan. Suasana sejuk dan mistis membuatnya wajib dikunjungi selama perayaan Galungan di Bali.

4. Pura Besakih: Kompleks Suci di Lereng Gunung Agung

Pura Besakih, dikenal sebagai “Pura Terbesar di Bali”, terletak di lereng barat daya Gunung Agung, gunung tertinggi di pulau ini. Dari situs Pemerintahan Kabupaten Karangasem, akses dari Denpasar ke utara sejauh 25 km dari Semarapura, Klungkung.

Desa lokasinya, awalnya Hulundang Basukih, kini Desa Besakih yang dianggap suci karena ketinggiannya. Nama “Besakih” dari Sanskerta “Wasuki” menjadi “Basuki” dalam bahasa Jawa Kuno, artinya selamat. Ini terkait mitologi Naga Basuki sebagai penyeimbang Gunung Mandara.

5. Pura Lempuyang: Trekking dengan View Gunung Agung

Pura Lempuyang menawarkan panorama indah Gunung Agung sebagai latar belakang. Berlokasi di Jalan Pura Telaga Mas Lempuyang, Kabupaten Karangasem, pura ini dikelilingi hutan hijau yang menyegarkan udara.

Bagi penggemar trekking, jalur menuju pura ini sempurna, terutama saat Galungan ketika ribuan umat datang sembahyang. Keindahan alam dan spiritualitasnya menjadikannya highlight wisata budaya Bali.

Dengan penjor menghiasi jalanan, busana adat yang warna-warni, dan pura-pura megah, Galungan bukan hanya hari suci tapi juga festival visual yang tak terlupakan. Rencanakan liburan ke Bali saat Galungan untuk pengalaman autentik yang menyentuh hati.

***

Tanya AI