Filosofi Tumpek Uye (Kandang), Implementasi Tri Hita Karana Lengkap Doanya

 Filosofi Tumpek Uye (Kandang), Implementasi Tri Hita Karana Lengkap Doanya

 

ORTIBALI.COM Tumpek (Uye) Kandang adalah rainan Hindu yang datang setiap 6 bulan sekali atau 210 hari berdasarkan Kalender Bali.

Rainan Tumpek Uye atau Tumpek Kandang ini datang berdasarkan pertemuan antara Saptawara Saniscara, Wuku Uye dengan Pancawara Kliwon.

Adapun ketika Tumpek Kandang dilakukan pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa dengan manifestasinya sebagai Rare Angon.

Tumpek Uye juga bertujuan untuk memuliakan hewan dan dikehidupan berikutnya bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Selain itu, Tumpek Kadang juga dikenal dengan Tumpek Wewalungan. Tumpek Uye juga implementasi dari Tri Hita Karana yakni harmonisasi hubungan manusia dengan Tuha, Lingkungan dan sesama manusia.

Banten untuk melaksanakan Tumpek (Uye) Kandang ada tiga jenis yakni Nista, Madya dan Utama.

Umat bisa menyesuaikan dengan kemampuan serta menyesuaikan dengan desa kala patra. Pun dalam melaksanakan Tumpek Kandang hanya hewan peliharaan yang bisa diupacarai.

Mantra atau doa yang dipergunakan dalam upacara Tumpek Kangdang.

Isi Mantra:

Om indata hita Sang Rare Angon anganturajken praspenyeneng, daksina, angaturaken ring Sang Angambel urip para wewalungane, amogitha anglungsur panugrahan ngicenin keslamatan lan kerahayuan kedirghayusaan.

Terjemahannya:

Semoga bahagia Sang Rare Angon mempersembahkan mempersembahkan daksina, mempersembahkan atas nama Tuhan yang memelihara hewan berkaki empat, memeohon penganugrahan semoga memberikan keselamatan panjang umur.

Itulah penjelasan singkattentang Tumpek Kandang di Bali. ***

ikuti kami di Google News