Tayang: Selasa, 6 Januari 2026 18:02 WITA
Penulis: Orti Bali

ORTIBALI.COM – Kelahiran berdasarkan penanggalan Bali masih menjadi rujukan penting dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Salah satu kombinasi kelahiran yang memiliki makna tersendiri adalah Buda Wage Wuku Merakih. Perhitungan ini berasal dari sistem kalender Pawukon yang memadukan hari Triwara, Pancawara, Saptawara, serta siklus wuku yang berjumlah 30. Pemahaman terhadap Buda Wage Wuku Merakih kerap digunakan sebagai dasar dalam membaca watak, kecenderungan hidup, dan keharmonisan seseorang dengan lingkungan sekitarnya.

Posisi Buda Wage dalam Sistem Pawukon

Dalam kalender Bali, Buda merupakan hari Rabu dalam Saptawara, sedangkan Wage termasuk dalam Pancawara. Pertemuan Buda dan Wage dipercaya membawa pengaruh tertentu terhadap karakter kelahiran. Menurut lontar-lontar wariga yang menjadi rujukan utama perhitungan hari baik, kombinasi ini sering dikaitkan dengan pribadi yang tenang, cermat, dan memiliki kepekaan rasa yang kuat.

Buda Wage juga memiliki nilai urip yang digunakan dalam perhitungan wariga Bali. Nilai urip ini menjadi dasar untuk menentukan kecocokan hari, arah rezeki, serta keseimbangan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

Makna Wuku Merakih

Wuku Merakih merupakan wuku ke-21 dalam siklus Pawukon. Wuku ini berada di bawah pengaruh Bhatara Surenggana dengan simbol kekuatan tekad dan keteguhan hati. Sumber-sumber wariga menyebutkan bahwa kelahiran pada Wuku Merakih identik dengan sifat pekerja keras, bertanggung jawab, dan memiliki daya juang yang stabil.

Dalam konteks kehidupan sosial, Wuku Merakih sering dikaitkan dengan kemampuan seseorang dalam menjaga komitmen serta konsistensi terhadap tugas yang diemban. Karakter ini tumbuh seiring dengan kedisiplinan dan kesadaran diri yang kuat.

Karakter Kelahiran

Jika Buda Wage bertemu dengan Wuku Merakih, maka lahirlah kombinasi yang dipercaya memiliki keseimbangan antara nalar dan keteguhan sikap. Berdasarkan rujukan lontar Wariga Gemet dan Wariga Palalubangan, kelahiran ini digambarkan sebagai pribadi yang tidak mudah terpengaruh oleh keadaan sekitar, mampu bekerja dalam tekanan, serta memiliki kecenderungan hidup yang teratur.

Dalam kehidupan sehari-hari, kelahiran Buda Wage Wuku Merakih sering diasosiasikan dengan sikap sederhana, teliti, dan fokus pada tujuan jangka panjang. Karakter ini mendukung kemampuan seseorang dalam bidang pekerjaan yang menuntut ketekunan dan konsistensi.

Hingga kini, pemahaman tentang kelahiran Buda Wage Wuku Merakih masih digunakan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Bali, mulai dari penentuan hari baik, perhitungan dewasa ayu, hingga sebagai bahan refleksi diri. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan karena menekankan keseimbangan antara sikap batin, kerja keras, dan tanggung jawab sosial.

Sebagai bagian dari kearifan lokal, wariga Bali tidak dimaksudkan untuk menentukan nasib secara mutlak, melainkan menjadi panduan agar manusia hidup selaras dengan waktu dan lingkungannya. Kelahiran Buda Wage Wuku Merakih menjadi salah satu contoh bagaimana penanggalan tradisional Bali menyimpan makna mendalam yang terus dijaga dan dipelajari hingga saat ini.

***

Cek Usiamu Dulu Ya...

Anda harus sudah cukup umur untuk mengakses situs ini.

PERINGATAN: Situs web ini berisi konten yang dibatasi berdasarkan usia.

💬 Tanya AI