
đź“·Pura Alas Kedaton/ Google Maps/ ortibali
Penulis: Orti Bali
ORTIBALI.COM –Â Selain memilih Dewasa Ayu atau hari baik dalam Kalender Bali agar usaha berjalan lancar, umat Hindu di Bali percaya doa melalui mantra khusus mampu membuka pintu rezeki lebih lebar. Praktik ini masih hidup dan sering dilakukan pelaku usaha, pedagang, hingga pengusaha kecil menengah di pulau dewata.
Dr. I Gede Sutarya, S.ST, Par., M.Ag., selaku penyusun Kalender Bali sekaligus Ketua Program Magister Ilmu Komunikasi Hindu Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, menjelaskan bahwa ada beberapa mantra utama yang sangat dianjurkan untuk kelancaran usaha dan peningkatan rezeki.
“Mantra paling utama tetap Gayatri Mantram. Setelah itu, ada pula mantra-mantra khusus untuk memuja Dewi Sri sebagai simbol kemakmuran, Dewa Kuwera sang penguasa kekayaan, Bhatara Sri Sedana atau yang lebih dikenal sebagai Batara Rambut Sedana dewa pasar, serta Dewa Ganesha sebagai pelindung dari segala rintangan,” ujar Dr. Sutarya, Kamis (14/11/2025).
Bagi pedagang atau pebisnis, salah satu mantra yang paling populer adalah Gayatri Laksmi yang ditujukan kepada Dewi Sri. Bunyinya:
Om Mahalaksmyai ca vidmahe Vishnu patnyaicha dhimahi tanno Lakshmihi prachodayat
Mantra ini dianjurkan diucapkan 108 kali, dilakukan tiga kali dalam sehari. Kekuatannya setara dengan Gayatri Mantram biasa dan diyakini mampu menarik energi kemakmuran.
Sementara itu, pada hari piodalan Bhatara Rambut Sedana yang jatuh setiap Buda Kliwon Klawu, umat sering melantunkan mantra khusus:
Om Sridhana Dewika Ramya Sarwa Rupawati Tatha Sarwa Jnana Maniscaiwa Sri Sridewi Namostute
Makna dari mantra ini adalah permohonan kepada Hyang Widhi yang bermanifestasi sebagai Batara Rambut Sedana agar melimpahkan kemakmuran, rezeki melimpah, harta benda, serta pengetahuan yang menjadi sumber kekayaan sejati.
Untuk memanggil berkah Dewa Kuwera, mantra sederhana namun ampuh yang sering digunakan adalah:
Om Kuwera Dewa Ya Namah Swaha
Artinya: “Hyang Widhi dalam wujudmu sebagai Dewa Kuwera, penguasa segala kekayaan, hamba bersujud kepadamu.”
Dr. Sutarya menegaskan, semua mantra ini boleh diamalkan siapa saja. Namun hasilnya sangat bergantung pada ketekunan, kesungguhan, dan tingkat konsentrasi saat melantunkannya.
“Mantra bukan sulap. Energi positif akan mengalir seiring niat tulus dan disiplin pelaksanaan,” tandasnya.
Praktik melantunkan mantra untuk kelancaran usaha dan rezeki ini masih menjadi tradisi turun-temurun di kalangan masyarakat Hindu Bali, terutama di pasar-pasar tradisional dan sentra usaha kecil. Banyak pedagang yang mengaku merasakan perbedaan signifikan ketika rutin mengamalkan doa-doa tersebut di samping usaha nyata sehari-hari.
***









