Tayang: Minggu, 23 November 2025 01:29 WITA
Penulis: Orti Bali

ORTIBALI.COM –  Bagi masyarakat Hindu Bali, tahun 2025 membawa perhatian khusus bagi mereka yang merayakan otonan antara 23 hingga 29 November. Pasalnya, periode tersebut jatuh tepat pada Wuku Kuningan yang tahun ini bersamaan dengan Pemacekan Agung (22 November) dan puncaknya Hari Raya Kuningan (29 November). Kombinasi langka ini memperkuat energi “pinih tenget” hingga tingkat maksimal, membuat banyak kelahiran pada wuku ini masuk kategori melik berat yang membutuhkan upacara ruwat khusus.

Wuku Kuningan berada di bawah naungan Betara Indra dengan pengawak Sang Kala Dengen. Pohon simbolnya kepuh dan wijaksesuma, burungnya kepodang dan puwuh, binatangnya koci, serta bintangnya Lintang Kukus. Orang yang lahir pada wuku ini biasanya memiliki wajah menarik, pandai berbicara, teliti, dan hati-hati. Namun di balik itu, sifat angkuh, boros, sulit menabung, serta kecenderungan menyendiri sering menyulitkan kehidupan sosial dan finansial mereka.

Yang paling mengkhawatirkan, menurut Lontar Raspati Kalpa, otonan pada rentang 23–29 November 2025 ini membawa prediksi berat berikut:

23 November 2025 (Redite Wage) Masa kecil penuh cobaan, usaha sering kandas, keras kepala, dan rawan kecelakaan. Termasuk melik penjelmaan Sang Wasi Baya. Harus diruwat Dalang Samirana disertai melukat Asta Pungku, Sudamala, dan Gangga Amerta.

24 November 2025 (Soma Kliwon) Pengorbanan justru merugikan diri sendiri, gampang tersinggung, dan kebaikan kerap dimanfaatkan orang. Tepat di Pemacekan Agung, tergolong Nunggal Melik Dewa dan Durga, sangat rentan fitnah. Wajib pebayuhan oton melik lengkap dengan ruwat dan melukat tiga jenis tersebut.

25 November 2025 (Anggara Umanis) Harus menjaga diri agar tidak ikut campur urusan orang serta menghindari utang karena sulit dibayar. Cemburu dan kebingungan mudah muncul. Cukup pebayuhan oton rutin ditambah melukat Urip Pemanumadian dan Gangga Amerta.

26 November 2025 (Buda Paing) Waspada tinggi, berumur panjang, tetapi rawan terbawa nafsu dan sikap angkuh. Pebayuhan oton plus melukat Urip Pemanumadian serta Gangga Amerta sudah cukup efektif.

27 November 2025 (Wraspati Pon) Ancaman datang dari orang yang dendam, kebahagiaan sulit diraih, bahkan ada risiko meninggal di puncak kesuksesan atau di usia produktif. Termasuk melik keras Lintang Bade (layu sebelum berbunga). Segera laksanakan bayuh oton melik, ruwat Dalang Samirana, serta melukat lengkap Asta Pungku, Sudamala, dan Gangga Amerta.

28 November 2025 (Sukra Wage) Jujur dan suka menolong, namun hidup sering terasa berat. Rawan celaka akibat senjata tajam, jadi hindari permusuhan dan berutang. Pebayuhan oton ditambah melukat Urip Pemanumadian serta Gangga Amerta menjadi solusi tepat.

29 November 2025 (Saniscara Kliwon) – Bertepatan Hari Raya Kuningan Hidup dipenuhi masalah, kurang disukai saudara kandung, rumah tangga rentan retak atau ditinggal pasangan. Termasuk melik paling berat pada periode ini. Wajib ruwat Dalang Samirana dan melukat Asta Pungku, Sudamala, serta Gangga Amerta tanpa terkecuali.

Mengapa Otonan Tidak Boleh Dianggap Enteng?

Otonan adalah hari kelahiran menurut kalender Bali yang jatuh setiap 210 hari. Pada hari itu, umat mempersembahkan banten kepada atma yang bereinkarnasi sekaligus kepada Nyama Papat (ari-ari, darah, getah kuning, dan lendir) yang menjadi pendamping seumur hidup. Jika otonan diabaikan atau dilaksanakan seadanya, akibatnya nyata: jiwa menjadi labil, malas belajar, malas bekerja, malas bersembahyang, rezeki tersendat, sering sakit, dan hidup terasa amat berat.

Pilih Pemuput dan Tempat yang Benar-Benar Bertaksu

Sekarang banyak orang memilih tempat upacara hanya karena dekat rumah atau harga murah. Padahal dalam urusan niskala, yang terpenting adalah taksu tempat dan taksu pemuputnya. Tanda paling jelas: tempat dan pemangku/ pinandita itu selalu ramai didatangi orang. Logikanya sama seperti warung makan – kalau sepi terus, pasti ada yang kurang sreg.

Pakaian putih-kuning rapi dan hafal mantra saja belum menjamin taksu. Taksu adalah anugerah langsung dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pemuput yang benar-benar bertaksu selalu dicari karena upacara yang dipimpinnya memberi dampak nyata – hidup jadi lebih ringan, rezeki lancar, dan keseimbangan sekala-niskala kembali pulih.

Bagi Anda yang otonannya jatuh pada 23–29 November 2025 di Wuku Kuningan, jangan tunda pebayuhan oton dan ruwat melik. Cari segera pemuput serta tempat suci yang sudah terbukti bertaksu agar energi tenget tahun ini bisa dinetralkan sepenuhnya, rezeki mengalir deras, dan kehidupan kembali selaras.

***

Cek Usiamu Dulu Ya...

Anda harus sudah cukup umur untuk mengakses situs ini.

PERINGATAN: Situs web ini berisi konten yang dibatasi berdasarkan usia.

đź’¬ Tanya AI