Tayang: Senin, 8 September 2025 16:33 WITA
Penulis: Putu Linggih | Editor: Febrianti Saraswati

ORTIBALI.COM – Setiap 210 hari, tepatnya pada hari Selasa Wage Wuku Sinta, umat Hindu Bali merayakan Hari Raya Sabuh Mas, sebuah momen suci yang dilaksnakan sehari sebelum Pagerwesi. Hari ini menjadi wujud penghormatan kepada Sang Hyang Mahadewa, dewa yang menguasai arah barat, yang melimpahkan berkah berupa kekayaan, baik berupa emas, perak, permata, manik-manik, maupun harta tak kasat mata seperti pengetahuan dan kebijaksanaan. Sabuh Mas bukan hanya perayaan ritual, tetapi juga panggilan untuk merenung dan mensyukuri segala anugerah dengan penuh kesadaran.

Makna Sabuh Mas: Pemujaan dan Pembersihan Diri

Menurut Lontar Sundarigama, Sabuh Mas adalah hari untuk memuja Bhatara Mahadewa, yang berhubungan erat dengan kekayaan duniawi seperti emas, perak, dan permata. Dalam teks suci ini disebutkan:
“Anggara Wage, sabuh mas ngaran, pasucen Bhatara Mahadewa, pakertinia ring raja berana emas manik, mwang sarwa mula ratna manik.”
Artinya, pada hari Selasa Wage, disebut Sabuh Mas, umat mempersembahkan upacara kepada Bhatara Mahadewa untuk mensucikan harta benda, mulai dari emas hingga segala jenis permata.

Pemujaan ini bertujuan memohon keselamatan dan kemajuan, baik dalam aspek material maupun spiritual. Umat Hindu dianjurkan untuk melakukan asuci laksana, yaitu pembersihan diri dari sifat-sifat negatif seperti kesombongan akibat kenikmatan duniawi. Sabuh Mas mengingatkan bahwa semua harta adalah titipan dari Hyang Widhi, yang harus dijaga dan digunakan dengan bijak.

Ritual dan Sarana Upacara Sabuh Mas

Upacara Sabuh Mas dilakukan di piyasantan atau sanggah, tempat suci keluarga. Sarana yang digunakan mencakup suci, daksina, peras penyeneng, sesayut Amrta Sari, canang lenga wangi, burat wangi, dan reresik. Ritual ini bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga wujud syukur atas segala anugerah, sekaligus memastikan keamanan dan keberkahan harta yang dimiliki.

Selain upacara, Sabuh Mas juga menjadi momen untuk memeriksa dan merawat harta benda, seperti memastikan keamanan perhiasan atau barang berharga lainnya. Lebih dari itu, hari ini mengajak umat untuk menjaga “harta” batin, seperti emosi, pikiran, dan spiritualitas, agar tetap suci dan seimbang.

Filosofi Lumbung Mas: Kekayaan sebagai Pinjaman

Lontar Paselang memberikan pengajaran mendalam tentang hakikat kekayaan:
“…Ndatan apa pakaryannira?”
“Manira makarya Lumbung.”
“Isining Lumbung?”
“Mas, Inten, salaka, sarwa manik, Pala bungkah, pala gantung, pala wija, pala madon, pala woh, mwang sarwa mule.”
“Sira sang adruwe?”
“Druwe Sang Apaselang, apan yang tan kapaselang tan siddha punang karya.”

Petikan ini menegaskan bahwa segala yang kita miliki—mulai dari emas, permata, hingga pengetahuan, kecerdasan, dan kesehatan—hanyalah pinjaman dari Sang Apaselang (Hyang Widhi). Kekayaan ini disebut sebagai lumbung mas, gudang emas yang mencerminkan segala bentuk harta, baik nyata (benda duniawi) maupun abstrak (kecerdasan, emosi, mental, dan spiritual).

Filosofi ini mengacu pada hukum aksi-reaksi. Jika harta digunakan di jalan dharma—dengan kebijaksanaan dan kebajikan—maka lumbung mas akan bersinar cemerlang seperti emas, membawa keberlimpahan dan keberkahan. Sebaliknya, jika disia-siakan di jalan adharma, harta itu akan meredup, seperti besi yang termakan karat.

Sabuh Mas di Kehidupan Modern

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, Sabuh Mas hadir sebagai pengingat untuk berhenti sejenak dan mensyukuri segala anugerah. Perayaan ini mengajak kita untuk tidak terlena oleh gemerlap materialisme, tetapi menggunakan kekayaan—baik harta benda, ilmu, maupun hubungan sosial—untuk kebaikan bersama. Sabuh Mas adalah panggilan untuk menjaga keseimbangan antara dunia material dan spiritual, menjadikan setiap harta sebagai sarana untuk menebar kebermanfaatan.

Bagi umat Hindu, Sabuh Mas adalah momen suci untuk memperbarui komitmen pada dharma. Bagi siapa saja, ini adalah undangan untuk hidup dengan penuh syukur, menjaga harta dengan bijak, dan memahami bahwa semua yang kita miliki adalah anugerah yang harus dihargai. Mari rayakan Sabuh Mas dengan hati yang suci dan niat yang tulus, menjadikan setiap langkah sebagai wujud syukur atas limpahan berkah.

***

Cek Usiamu Dulu Ya...

Anda harus sudah cukup umur untuk mengakses situs ini.

PERINGATAN: Situs web ini berisi konten yang dibatasi berdasarkan usia.

đź’¬ Tanya AI