📚 Daftar Isi [tampilkan]
Tayang: Sabtu, 27 Desember 2025 21:17 WITA
Penulis: Orti Bali

ORTIBALI.COM – Perhitungan wuku menjadi panduan penting bagi masyarakat untuk memahami karakter, nasib, dan keseimbangan hidup sekala niskala. Wuku Krulut, salah satu dari 30 wuku dalam pawukon kalender Bali, sering dikaitkan dengan tantangan spiritual yang mendalam. Kelahiran pada wuku ini, terutama dengan lintang Salah Ukur, membawa gambaran hidup yang penuh ujian, namun juga potensi keberhasilan jika ditangani dengan ritual yang tepat.

Menurut lontar kuno seperti Raspati Kalpa, wuku Krulut dipengaruhi Dewa Betara Wisnu sebagai dewa pemelihara. Simbolnya meliputi pengawak Kurawa, pohon Kuwang dan Parijata, burung Lawa serta Sepahan, dan binatang Lubak. Lintang Salah Ukur menggambarkan orang dengan hati kuat, bicara lancar, waspada tinggi, setia pada tugas, serta gemar mewujudkan pengetahuan.

Mereka berhati suci, lembut dalam kehendak, dan akrab dengan sanak saudara. Namun, sisi lain muncul dalam bentuk sifat liar sesekali, suka pamer harta, serta risiko tekanan susah, penganiayaan, hingga kesedihan sebelum usia tua.

Tradisi Bali menekankan pentingnya otona sebagai hari kelahiran berdasarkan siklus 210 hari. Otonan bukan sekadar perayaan, melainkan momen mempersembahkan saji kepada jiwa yang bereinkarnasi serta kepada Nyapa Papat—empat saudara tak kasat mata yang menemani sejak lahir, menjaga sehari-hari, hingga mengantar ke nirwana. Mengabaikan persembahan ini bisa mengganggu keseimbangan sekala niskala, menyebabkan jiwa gelisah, malas belajar, malas bekerja, hingga rezeki sulit datang dan masalah kesehatan menumpuk.

Banyak orang rajin sembahyang ke pura, tapi lupa mempersembahkan upakara kepada Sang Hyang Pratiwi Numadi atau jiwa utama. Demikian pula dengan Nyama Papat yang ikut lahir bersama kita—mereka layak mendapat suguhan, agar hidup terasa didukung dan lancar.

Jadwal Otonan Wuku Krulut

Berikut ramalan berdasarkan wewaran untuk otonan yang jatuh pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026:

  • Redite Wage Krulut : Masa kecil penuh penderitaan, usaha sering tak berbuah. Hati keras, egois dalam keinginan. Termasuk penjelmaan Sang Wasi Baya yang rawan bahaya. Tergolong kelahiran melik, wajib diruwat oleh dalang samirana dengan penglukatan Asta Pungku, Sudhamala, dan Gangga Amerta.
  • Soma Kliwon Krulut : Pengorbanan malah menyengsarakan diri, mudah tersinggung, kebaikan dimanfaatkan orang. Otonan bertepatan Kajeng Kliwon—laksanakan pebayuhan oton dan melik agar terhindar dari apremade dewa. Ruwatan dalang samirana plus penglukatan Asta Pungku, Sudhamala, dan Gangga Amerta.
  • Anggara Umanis Krulut : Hati-hati ikut campur urusan orang, hindari utang karena sulit lunas. Sifat cemburu dan sering bingung. Netralisir dengan pebayuhan oton serta penglukatan Urip Pemanumadian dan Gangga Amerta.
  • Buda Paing Krulut : Kadang angkuh, ikuti nafsu, tapi waspada tinggi dan panjang umur. Pebayuhan oton membantu netralisir efek negatif, lengkap dengan penglukatan Urip Pemanumadian dan Gangga Amerta.
  • Wraspati Pon Krulut : Bahaya datang dari pembenci sekala niskala, sulit bahagia, risiko kematian di puncak kebahagiaan atau tengah umur. Melik keras—segera bayuh oton dan melik, ruwat dalang samirana, penglukatan Asta Pungku, Sudhamala, dan Gangga Amerta.
  • Sukra Wage Krulut : Jujur, suka tolong, tapi sering sengsara. Bahaya dari senjata tajam, hindari musuhan dan utang. Hati keras. Pebayuhan oton plus penglukatan Urip Pemanumadian dan Gangga Amerta.
  • Saniscara Kliwon Krulut : Selalu waspada, risiko pasangan meninggal atau perselingkuhan saat menikah, tak disukai saudara kandung, hidup penuh masalah. Otonan bertepatan Purnama—laksanakan pebayuhan agar tak apremade dewa. Melik, ruwat dalang samirana dengan penglukatan Asta Pungku, Sudhamala, dan Gangga Amerta.

Dalam ajaran Hindu Bali, kelahiran melik seperti pada wuku Krulut ini bisa dinetralisir melalui pebayuhan oton dan ruwatan khusus. Ritual ini membersihkan karma, menjaga harmoni sekala niskala, serta membawa ketenangan hidup. Bagi yang otonannya jatuh pada periode ini, pertimbangkan konsultasi dengan pemangku atau dalang berpengalaman untuk pelaksanaan upacara yang sesuai.

Tradisi ini mengingatkan kita bahwa hidup di Bali penuh makna spiritual—dengan ritual tepat, tantangan wuku Krulut bisa berubah menjadi kekuatan dan keberkahan.

***

Cek Usiamu Dulu Ya...

Anda harus sudah cukup umur untuk mengakses situs ini.

PERINGATAN: Situs web ini berisi konten yang dibatasi berdasarkan usia.

đź’¬ Tanya AI