Kisah Pekarangan Minta Tumbal Akibat Pepasangan

Artikel ini sudah mendapat perizinan dari sumber (jero dalang badra) dan telah disunting agar layak dipublikasikan,Kami minta maaf dan izin kepada yang punya kisah ini untuk dishare di situs ini ,semoga dengan artikel ini kita bisa mendapat informasi,pengalaman dan pengetahuan penting yang beguna bagi diri kita sendiri.

Sore menjelang malam ketika itu, datanglah seorang diri gadis dari kawasan Tabanan umur 20 an, yang saat ini sedang ada masalah dengan suaminya dan pernikahannya sudah dalam ambang batas perceraian. Sebut saja nama gadis ini Ayu, karena paras wajahnya memang ayu. Setelah masuk ke Gedong Suci, matanya sudah mulai berlinang air mata. Titiang mencoba membagi keluh kesahnya, agar sedikit terbagi” punapi niki? Napi sane bisa dibantu? “ tiang tanya.

Tanpa terasa ia menunduk, dan air matanya jatuh menyapa pertiwi. Katanya sambil menangis” Med tiang hidup Jro. Rumah tangga tiang hancur! Tiap hari ada masalah. Dan saya mengalami sakit sesak nafas tiap hari tertentu. Sudah diobati di medis tetep saja tak sembuh sembuh”. Tiang jawab” ngih…coba saja kita ronsen niskala. Semoga saja itu hanya sesak biasa saja, mungkin karena dingin atau karena mah, atau mungkin jantung. Kalau memang hanya medis murni biar bisa ditangani konsen di medis. Tpi kalau komplikasi medis dan non medis memang sangat sulit sembuh”.

Tidak panjang kata, tiang nedunan Taru Windu Sakti, Bukti Saksi Penyakit Niskala, sebagai Ronsen Niskala, setalah ngaturan pejati sebagai kesungguhan baktinya Ayu. Ronsen Niskala dengan Taru Windu Sakti, Orang yang kena guna guna, acep acepan, sesawangan akan kesakitan, orang yang kena cetik akan langsung muntah, orang yang kena pepasangan akan terasa panas, dan orang kemasukan jin, setan, bebai, wong samar, dll, pasti akan langsung keluar berkomonikasi, jika pica ini ditaruh ditanggannya.

Ini akan dibuktikan langsung oleh yang sakit atau keluarganya, bukan katanya, hanya karena pikiran, kleteg bayu, ilmu kebatinan dll. Namun jika tidak ada respon, berarti orang itu murni sakitnya medis, tidak ada gangguan mezik, walau datang dengan keadaan separah apapun.

Dengan sangat pelan titiang taruh Taru Windu Sakti ditangganya. Kemudian muka Ayu semakin memerah dan pandangannya jauh, tiang sudah merasa ini bukan ayu lagi. Lalu dia ketawa layaknya setan saja” hhiiiii…haaa……De Jro Turut Campur! Dleme ene harus mati! Tiang tusing nyak meurusan ajak Jro!”

“ Wah…berani juga penyakit ini” pikir tiang dalam hati. Lalu tiang tanya” sira niki? Saking napi?” Dia malah membentak” Suba orin tiang de Jro turut campur! Tiang tusing lakar nyak ngaku! !

Berani juga ini penyakit, dia belum pernah terbakar api niskala dari 16 Sesuwunan yang melinggih di Gedong Suci Usadha Agung Bali Niskala. Mendengar semua itu, titiang tidak tinggal diam, penyakit ini harus dibantai!. Kemudian gedong Suci disengker d agar tidak kabur ini penyakit. Kemudian geni ngelayang, telah diaktifkan…disemua pojok dan telah menyala dengan panasnya.

Ayu sudah mulai kepanasan” aaaaa…..kebussss……………..jroooo………………….dadi panes kene dini!”

Melihat dia sudah mulai lemah, dengan cepat kilat..tiang tembak perutnya dengan api niskala” Ne..rasaaang….api di basange! Iaaaaaaaaa………………!” !!!

“Aaaaakkk………………kebusssss…………….kebussss………………………kebus jro! Dia sudah mulai kesakitan.

Lalu tiang serang lagi lehernya ” iaaaaaaaaaaaaaaaaa……………………………….” . “Aaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkk……………ueeekkkkk…ueeeeeeeeeeekkkkkkkk” di sakit dan muntah muntah. Lalu tiang serang lagi ubun2nya ” Ne rasaaang……………………..iaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..! “addduhhhhh….aaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk………..ampuuuunnn….ampuuunn…jro! amppun” dia telah menyerah.

Tiang tanya” nyen ene? Uli pidan nyakitin?” Katanya” tiang sampun sue ngoyong dini ditangkahne! Uli sekat ia mara nganten. Sesek niki tiang sampun sane ngawinan. Tiang tusing demen ia nganten di jumah tiange. Pokokne Ayu harus mati. Ia meuyutan ngajak kurenane tiang masi sane ngaenan apang ia inguh, tur bunuh diri”. Tiang ancam!” jani pesu Uli dini Nah. Tiang tanggug jawab apang ia seger. Buin minggu buin tiang cek! Awas buin mecelep! Tiang lakar siksa dini!”

Katanya “ Ngihh…Jro..tiang pamit” Roh itu langsung keluar dari tubuh Ayu dan ia jatuh pingsan. Setelah ia sadar, tiang tanya! “ ada niat bunuh diri?” Jawabnya” Ngih…jro..jeg inguh hatin tiang. Jumah tiang sampun 2 orang mati bunuh diri, setelah meluasan dumun, ada baos 3 orang harus jadi tumbal dirumah , dan tiang yang ketiga. Mohon bantunnya Jro, tiang belum siap mati”.

Tiang jawab “Ngih kita berdoa sama2, tiang juga sama manusia biasa seperti Ayu, tak tau kapan juga akan mati. Mari kita berdoa sama sama agar diberikan umur panjang”. Kemudian Ayu pulang dengan rasa takut dan gundah dihatikan, karena beban yang berat di hatinya. Semoga Tuhan Memberi jalan terang dan kebahagian.

CIRI CIRI RUMAH KENA PEPASANGAN

  • Sering ada pertengkaran tanpa ujung pangkal
  • sering ada suara dongkang menjelang kajang kliwon
  • rumah terasa angker
  • ada yang sakit silih berganti
  • penghuninya malas sembahyang dan beraktifitas
  • tidak betah tinggal dirumah

sumber : balinata

error: