Kisah Menerawang Niskala “Akibat Aborsi”

Ronsen Niskala adalah sebuah ritual yang berfungsi untuk dapat mengetahui kebenaran secara niskala dalam sebuah ritual mapinunas yang dilakukan melalui seorang Jro Balian sebagai pengantar spiritual.

Dikisahkan, seorang pria remaja datang diantarkan oleh temannya ke Kamar Suci Bali Niskala untuk dapat dironsen, Mukanya kelihatan begitu jenuh dengan masalah yang dihadapinya.

Sebuah kisah sedih dari seorang penangkilan sebut saja namanya “Si Penangkil” yang dironsen secara niskala di Kamar Suci Bali Niskala yang dalam Fanpage Hukum Hindu diceritakan :

Kisah Nyata Penangkilan, yang Ronsen Niskala di Kamar Suci Bali Niskala.

Mohon izin bagi sahabat Bali Niskala, yang ceritanya di tulis disini, ( Nama dan alamat lengkap dirahasiakan ) semoga menjadi pengalaman dan pengetahuan bagi sahabat group yang lain, hingga tidak terjadi kasus yang sama.

Seorang Pria Remaja, datang diantarkan oleh temannya ke Kamar Suci Bali Niskala. Mukanya kelihatan begitu jenuh dengan masalah yang dihadapinya.

Karena masih banyak penangkilan yang ngantre, tiang pun segera bertanya untuk mempersingkat waktu.” Punapi niki? Napi sida tiang bantu?”

Dia pun menyahut dengan sedikit ragu dan takut” begini Jro, tiang punya pacar, kini dia inguh dan mengancam akan bunuh diri trus. Dia bingung…katanya ada yang sering manggil2, mendengar sesuatu. Ia inguh Jro”.

Tiang jawab” ohh kalau ingin Ronsen niskala, pacarnya itu harus dibawa kesini, tapi tak apa, coba kita nunas ice sareng2..semoga Beliau mengasi petunjuk apa yang terjadi”

Titiang pun ngaturan pejati dan mencoba mapinunas apa sebenarnya yang terjadi, biasanya tiang langsung mendapat petunjuk lewat bisikan, atau bayangan sekilas, dan ciri2 khusus. Tpi entah kenapa, setelah ngaturan pejati salah satu sesuwunan langsung masuk tubuh tiang dan mengasi nasehat pada anak muda ini” Kengken ning? Jani suba merasa inguh? Keweh? “

“ Ngih..ngih….ampura Ratu Bhatara” Jawabnya sambil ketakutan.
Ida Mebaos “ Anak mule keto, yen suba nyalanan demen, ensap teken keweh ane lakar teke, lakar keweh ngubatin jatma sane sakit ento. Kengken pidan tusing merasa bes sanget nyalenin demen?”

“ Na..na..pi nika? Nenten uning titiang?” dia bingung serasa tak tau apa yang dimaksud.

Ida Mebaos” tusing merasa suba taen ngelah pianak?”

Dia pun langsung menunduk dan menangis” ampuraaaaaaa………………Ra­tu Bhatara, iwang tiang…nunas ampuraaaa…….” Dia terus nunas ampura dan meminta maaf.

Ida Mebaos” Panak cening ento anak keduduk teken wong samar. Ia anak tusing patut mati, ia dot hidup. Sakewala kutang cening ( digugurkan ). Jani atma ia kepelihara teken wong samar, ene ia jani suba mai”

Seketika Roh anak yang digugurkan itu bersama nenek tua datang ke Kamar Suci, tiang lihat samar – samar. Dan ia bilang mau meminjam tubuh tiang untuk komonikasi. Tiang pun persilahkan. Dengan gaya anak anaknya ia ngomong dengan bapaknya, melalui tubuh tiang. Saking sedihnya kisahnya ini, ada seorang penangkilan yang menunggu giliran ngantre pun ikut menangis diluar Kamar Suci.

Anak yang digugurkan” Bapak…Pak! Pak……Bapak “

Anak Muda itu menengis tersedu sedu” Ngih…Ngih..”

“ Ini adek Pak” kata anaknya.

“ya..ya”katanya sambil menangis.

“ Bapak jahat ama Ibu, bapak ninggalin adik sendiri. Adik takut Pak!”
Anak muda ini menangis, sambil sujud” maafkan bapak..maaf…”

Anak jawab lagi”, adik sendiri nangis di jalan, udah malam, sepi… untung adik dilihat nenek adik diajak….kerumahnya. Tpi disana dingin Pak…Masuk Ke Goa..goa..dan banyak orang serem – serem”

Anak muda tambah nangis seolah menyesali telah mengggurkan anaknya dengan pacarnya” maaf..kan bapak dik….maaaf…..”.

Anaknya menjawab” Bapak sama ibu jahat..jahaaaaaaat…a­naknya ini pun menangis. Bapak sama ibu gak kasihan sama adik…adik..kangen sama bapak ibu! Adik takut disana, banyak orang serem2…adik kedinginan disana Pak!. Bapak jahatttt……………….gak sayang sama adik!”

Pria muda ini tambah menangis” maaaf….Bapak, karang ibu sedang sakit….dia bingung dan ingin bunuh diri”

Anaknya menjawab” itu karena bapak dan ibu jahat. Adik yang trus nyari ibu! Biar ada ajak adik disini, ngasi adik susu…ngajak adik main2. Adik kan sendiriin disini, hanya ada nenek dan teman2nya!. Biar aja ibu mati, dan ketemu adik”.

Anak muda ini menangis” maaafkan bapak adik…maaaf……!”

“ Tidak!, bapak sama ibu jahat. Pokoknya sekarang bapak harus belikan adik baju tebal, taruh di atas almari, kasi susu, dupa, canang dan permen!”

“Ya..ya……” akan bapak sediakan.

Anaknya pamit” adik pergi dulu, nenek gak punya waktu banyak ngatarin adik.

“Ya..ya..” anak muda ini pun matanya sampai merah menangis,
menanggung semuanya atas kesenangan sesatnya.

Semua telah terjadi, dan yang menjadi masalah baru, pria ini sudah putus sama pacarnya itu, karena pacarnya sudah sakit kayak orang setres. Apakah yang akan terjadi? Sang Kharma dan Sang Waktu lah yang akan bisa menjawab. Semoga mereka berdua kembali pada jalan yang benar.

Semoga yang membaca kisah ini menadapat pelajaran dari kasus teman kita ini. Jangan sampai kesenangan sesaat sampai mengorbankan nyawa mahluk hidup yang mempunyai hak untuk hidup.

sumber : sejarahharirayahindu, Fanpage Hukum Hindu

error: