Buah Timbul, Larangan Bagi Warga Pasek Tutuan

Pada suatu massa di sebuah desa terjadi suatu keanehan di Lingkungan sebuah keluarga. Keluarga tersebut bernama keluarga Pasek Tutuan. Keanehan yang terjadi di keluarga ini terjadi jika keluarga ini memakan buah timbul. Karena setiap memakan buah timbul terjadi sebuah keanehan pada bagian tubuh keluarga ini, maka dilaranglah keluarga Pasek Tutuan agar tidak memakan buah timbul. Hal ini telah diwarisi secara turun-temurun oleh keluarga Pasek Tutuan. Kepercayaan akan mitos yang diwarisi oleh Keluarga Pasek Tutuan bahwa keturunannya tidak boleh memakan buah timbul berawal dari sebuah kejadian yang dialami oleh leluhurnya terdahulu.

Cerita ini berawal dari sebuah kejadian yang dialami oleh seorang ibu dari leluhur Keluarga Pasek Tutuan jatuh ke dalam sumur, karena tidak ada yang mengetahui ia jatuh ke dalam sumur ia meninggal di dalam sumur tersebut. Setelah peristiwa jatuhnya ibu tersebut ke dalam sumur, sebuah keajaiban terjadi dari dalam sumur tempat ibu tersebut jatuh tumbuhlah sebatang pohon. Pohon yang tumbuh dari dalam sumur ini adalah pohon timbul. Pohon timbul yang tumbuh tersebut merupakan penjelmaan dari ibu yang jatuh ke dalam sumur.

Hari demi hari  berganti, pohon timbul yang tumbuh dari dalam sumur berbuah. Karena tidak ada yang mengetahui bahwa pohon timbul ini adalah penjelmaan ibu tersebut, maka keturunan ibu tersebut memetik buah timbul itu dan memasaknya. Nah, buah timbul  yang sudah dimasak ini kemudian dimakan oleh Keluarga Pasek Tutuan. Setelah memakan buah timbul tersebut, terjadilah suatu keanehan pada salah satu bagain tubuh keluarga Pasek Tutuan.  Keanehan yang terjadi pada bagian kepala keluarga ini adalah tumbuhnya benjolan pada kepala Keluarga Pasek Tutuan setelah memakan buah timbul.

Keluarga Pasek Tutuan mengira hal itu sebagai suatu kebetulan saja. Untuk membuktikan kebenaran tersebut, bertanyalah keluarga ini pada orang sakti. Setelah ditanyakan kepada orang sakti, barulah mereka mengetahui bahwa buah timbul yang mereka makan adalah penjelmaan dari ibu mereka. Oleh karena itu, siapapun dari keturunan keluarga Pasek Tutuan yang memakan buah timbul akan mengalami kejadian yang aneh yaitu tumbuh benjolan seperti buah timbul pada bagian kepalanya.

Dari kejadian yang dialami tersebut, maka berjanjilah Keluarga Pasek Tutuan bahwa mereka tidak akan memakan buah timbul sampai keturunan mereka yang selanjutnya. Apabila ada keturunan mereka yang memakan buah timbul akan terjadi hal yang sama yaitu tumbuh benjolan di kepala. Sampai saat ini, larangan memakan buah timbul masih dipercayai oleh Keluarga Pasek Tutuan.

sumber: tutuanbali, upitkupit

error: