Filosofi Loloh, Minuman Tradisional Bali

Loloh adalah ramuan herbal khas tradisional Bali yang bermanfaat bagi kesehatan dan juga sebagai minuman segar pelepas dahaga. Berasal dari ramuan tumbuh-tumbuhan alami yang disebutkan merupakan sari patinya sebagai warisan herbal pulau dewata yang  sebagaimana dijelaskan cara pembuatannya yaitu dengan cara :

  • Menggiling semua bahan ramuan (kecuali yang berupa cairan) seperlunya, kemudian diremas-remas dan akhirnya diperas serta disaring.
  • Setelah itu hasil saringan dicampur dengan cairan lain yang telah ditentukan dan diberi sedikit garam.
  • Loloh dapat juga dibuat dengan cara membungkus hasil gilingan bahan dengan menggunakan daun pisang setelah itu dikukus.
  • Pemakaian loloh dengan cara diminumkan secara langsung.
Dalam beberapa naskah usada yang tersebar di Bali diantaranya adalah Usada Kuda, Usada Lara Kamatus, Usada Pemusnah Cetik, Usada Rare, Usada Kalimosada, Usada Sato, Usada Tiwang, serta Usada Taru Premana yang saat ini beberapa tanamannya sudah dilaporkan penelitiannya.

Di dalam Usada Taru Premana ini memuat pengetahuan tentang obat-obatan atau ramuan obat serta cara pengobatannya dengan memakai ramuan dari bahan tumbuh-tumbuhan yang diracik secara tradisional.

Loloh sebagai jamu atau obat herbal khas tradisional Bali yang baik untuk kesehatan sebagaimana disebutkan yaitu dalam Lontar Usana Bali juga disebutkan :
  • Loloh don piduh, berkasiat untuk penyakit keram dan anyang anyangan itu gejala kekurangan air, sehingga otot, dan otot ginjal bekerja ektra akibat banyaknya cairan keluar saat berjemur.

Kasiat racikan jamu yang bersumber dari alam ini dalam berbagai kutipan artikel juga diselaskan yaitu :

  • Bagi yang terlahir pada dina saniscara, sebagai obat pametuan,
    • loloh-nya (jamu) juwuk purut, juwuk lengis, isen, kapur, temupoh, miana cemeng, Ginten cemeng, selasih miyik, yehnya asaban cendana ; semuanya ditumbuk halus, lalu disaring dipakai loloh.
  • Kalau perutnya terasa sakit ngilut-ngilut,
    • dibuatkan boreh babakan pule, babakan dadap, diisi kelapa yang sudah dibakar, dan sarilungid, lalu di-simbuh-kan atau disemburkan pada perut.
  • Sakitnya mudah kemasukan energi negatif/kadestiaan. Sakitnya ngibuk/gerah, panas dalam, sakit kepala ngreges, sakit kelamin.
    • Obatnya loloh daun sembung, daun pule, selasih merik, miana cemeng, sindrong, airnya santen dan air jeruk purut, semuanya di kukus.
    • Semburkan pada badannya ramuan daun dusakeling, temutis, daun jajar tanah, tingkih metunu, beras kering, ketumbar, bawang, dan adas.
  • Kalau sakit perut biasa, simbuh-kan / semburkan pada perut kunyit, musi, daun kepasilan.
    Loloh-nya akah/akar dadap, akah selegwi, akah sandat, sindrong muda dilumatkan, airnya asaban cendana, di saring lalu di minum.
  • Loloh Cemcem, minuman hijau enam rasa khas Bangli, juga bisa ditambahkan dengan es batu yang bermanfaat untuk kesehatan dan pelepas dahaga.
Keanekaragaman hayati di muka bumi ini memberikan banyak kemudahan bagi umat manusia. Ketersediaanya berlimpah di alam seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama.

Kita mengenal yang namanya tanaman herbal, yaitu jenis-jenis tumbuhan yang memiliki khasiat obat. Banyak kita jumpai disekitar kita seperti daun kayu manis, daun jintan, daun kemangi, daun dadap yang hanya dengan cara menumbuk atau merebus langsung bisa dimanfaatkan. Terlebih di Negara tropis seperti Indonesia, tentu menyimpan banyak tanaman herbal yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat keluarga (toga).

Di Bali sendiri masih banyak tersimpan tanaman herbal dan masih banyak pula masyarakat yang menggunakannya sebagai obat sebagaimana disebutkan di produk Penglipuran, loloh cem-cem daunnya dimanfaatkan sebagai loloh (jamu).
sumber: sejarahharirayahindu, nimadesriandani
error: