Guna-Guna Jaring Sutra, Ilmu Leak Agar Kasmaran

Pernahkah sameton Bali melihat seorang sedang melamun, pikirannya jauh menerawang? Kalau ya, waspadalah. Siapa tahu si gadis sudah kemasukan benda halus yang sangat lembut bagaikan sutra. Itulah dinamakan Guna guna Jaring Sutra. Hati-hatilah terhadap serangan ajian pemikat yang bikin gadis-gadis kasmaran. Awalnya, tak terdapat secercah benih cinta tapi bisa secepat kilat memalingkan benih cintanya kepada yang tidak dikenalnya, bahkan yang pernah dibencinya sekalipun. Itulah salah satu ciri seorang gadis yang terkena panah asmara guna jaring sutra. Lebih hebohnya lagi, bisa saja korban yang kena kelembutan jaring sutra sekejap mata berperilaku uyang paling, kurak-karik, bahkan tertawa cekikikan. Kekuatan guna-guna diyakini bisa membalikkan hati seseorang untuk untuk bisa mencintai ataupun mengasihi walaupun sebelumnya tidak punya rasa mengasihi.

Sebenarnya kekuatan guna-guna merupakan salah satu cabang dari pangiwa. Termasuk guna-guna jaring sutra yang bisa membuat seseorang yang terkena ajian ini uyang paling dan kasmaran. Bahkan terkadang sampai berteriak-teriak bila tidak bisa bertemu sehari saja pada orang yang mengenainya. Hanya saja kini jarang ada orang yang menguasai ajian gung-gung jaring sutra. Biasanya ada sarana yang harus dipakai untuk ngenasakin (mematangkan) ajian guna-guna jaring sutra yang diucapkan. Bisa berupa jaring kekawa, kules dongkang, tabuan maileh jaring serta buk telapakan suku wang kinarsa.

Guna-guna jaring  sutra ini merupakan ajian guna-guna tingkat tinggi, yang didalamnya berisi pangeres, pangasren serta penautan idep. Sehingga orang yang menguasai ajian guna jaring sutra akan menarik sukma orang yang dituju. Nantinya akan dikuasai sukmanya dari jarak jauh, dan membangkitkan asmara orang tersebut. Yang paling mencolok akibat terkena guna-guna jaring sutra adalah muka Si korban terlihat sangat layu dan sakit-sakitan akibat kasmaran. Bahkan terlihat seperti “buduh kasmaran”.

Biasanya bila orang yang mencari ke balian ataupun menguasai jaring sutra, maka akan diberikan “bekal “ dari kekuatan jaring sutra untuk bersentuhan pada tubuh korban yang diinginkan. Dan kontak fisik pun terjadi setelah itu barulah kekuatan sang balian atau penguncar guna dari jarak jauh terus menerus menarik sukma orang yang menjadi korbannya. Itu fungsinya untuk memaksa sukma seseorang agar mau menyukai walaupun tanpa dasar cinta.

Kekuatan guna-guna jaring sutra sangat ampuh serta dahsyat sekali bila mengenai seseorang. Yang terkena ajian ini akan langsung senang serta cinta pada orang yang melontarkannya. Bahkan kekuatan ajian guna jaring sutra dikatakan hampir sama dengan pengasihan setan kober, maupun ajian puter giling. Hanya dengan membayangkan wajah serta terlebih dahulu dapat kontak langsung pada korban ditambah lagi mengetahui nama serta tanggal lahirnya. Maka akan mempermudah kekuatan ajian guna-guna jaring sutra ini bekerja.

Bila dilihat kesamaannya dengan ajian setan kober atau puter giling, maka dari jarak jauh saja sudah bisa dikendalikan sukma seseorang untuk menjadi cinta. Sebenarnya ajian guna-guna atau pengasihan seperti jaring sutra, puter giling, setan kober atupun jaran guyang, digunakan untuk menarik pasangan baik sang suami atau sang istri yang pisah maupun berpaling cintanya.

Namun belakangan disalahgunakan untuk mengguna-gunai seseorang yang jelas-jelas tidak ada dasar suka sama suka. Tapi ada suatu penangkal dari kekuatan guna-guna itu, yaitu agar selalu menguatkan bathin, dengan cara mendekatkan diri pada Hyang Widhi. Dan jangan sekali-kali menghina seseorang yang berlawanan jenis. Sebab kekuatan guna-guna akan lebih meranen bila orang yang menggelar ilmunya terasa terhina dan sakit hati.

sumber: baliaga, puragunungsalak

error: